Sabtu, 24 Feb 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa

Warkop Terbakar, Pemkab Kerahkan Tiga Unit Mobil Damkar 

Jumat, 03 Nov 2017 19:47 | editor : Budhi Prasetya

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan sisa api yang masih menyala di warkop.

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan sisa api yang masih menyala di warkop. (Asta Yanuar/Radar Ponorogo)

PONOROGO - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Ponorogo sepertinya tak ingin menganggap remeh peristiwa kebakaran. Tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang melahap warung kopi milik Endang Suprihatin. 

Warung kopi sederhana yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan 57 Nologaten, ludes dilalap si jago merah Selasa dini hari (31/10). Api berhasil dipadamkan sekitar sekitar pukul 02.00 Wib atau satu setengah jam dari kejadian. 

‘’Berbahaya jika pemadamannya tidak tuntas, karena berimpitan dengan toko dan warung yang lain,’’ ujar Kasi Damkar Satpol PP Ponorogo Agus Irianto. 

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran diduga karena korsleting listrik. Selain menghanguskan warkop, api juga sempat merembet ke bangunan sekitar warung. 

‘’Tapi sudah berhasil dicegah setelah petugas damkar dibantu warga berusaha memadamkan api,’’ kata Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto.

Kebakaran pertama diketahui Kusen, yang tinggal persis di dekat warkop tersebut. Menurut saksi, sekitar pukul 00.30 terdengar suara seperti ledakan. 

Setelah dicek ternyata api sudah membesar dan membakar bagian belakang warkop. Melihat kejadian itu, spontan saksi menghubungi petugas damkar dan polisi. 

‘’Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Tapi  kerugian materiil yang ditanggung korban mencapai sekitar Rp 19 juta,’’ paparnya.

Ridwan Tohir, 50, adik korban mengungkapkan,  biasanya warkop setelah tutup ditinggal dalam keadaan kosong. Pemilik pulang ke rumahnya di Jalan Wilis, Nologaten. 

Berbeda dengan polisi, Ridwan menduga penyebab kebakaran berasal dari tungku api yang biasa digunakan kakaknya memasak. 

‘’Biasanya sebelum ditinggal pulang hanya disiram air. Nah, mungkin saat itu api masih belum padam betul tapi sudah ditinggal,’’ tuturnya. 

(mn/tif/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia