Sabtu, 25 Nov 2017
radarmadiun
icon featured
Ponorogo

Tanah Desa Tugurejo Tetap Bergerak Saat Kemarau

Rabu, 13 Sep 2017 19:39 | editor : Budhi Prasetya

Siswanto memeriksa gedung TK yang nyaris ambruk akibat terdampak tanah gerak

Siswanto memeriksa gedung TK yang nyaris ambruk akibat terdampak tanah gerak (Latiful Habibi/Radar Habibi)

PONOROGO - Puluhan warga Dusun Krajan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung yang terdampak tanah gerak kembali diliputi rasa cemas. Ini setelah fenomena tanah gerak yang merusak sejumlah bangunan rumah warga masih terus terjadi. 

Itu terlihat dari retakan di jalan dan rumah warga. Awalnya retakan kecil kini menjadi lebih besar. 

‘’Kondisi jalan juga masih ada yang ambles,’’ kata Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, Selasa (12/9).

Siswanto menambahkan, pergerakan tanah saat ini memang tidak seperti saat musim penghujan. Namun, diakuinya pergerakan itu masih ada. 

Selama ini dia terus mengamati pergerakan tanah di wilayahnya. Awalnya dia mengira memasuki musim kemarau pergerakan tanah akan berhenti. 

‘’Tapi kondisinya saat ini masih terus bergerak, meski sedikit demi sedikit,’’ terangnya.

Selain menyebabkan retakan pada bangunan dan amblesnya jalan, pergerakan tanah juga berpotensi menutup sumur milik warga. Padahal, sumur menjadi andalan sumber air bagi warga setempat. 

Ada tiga sumur gali di dusun tersebut. Yang belum tertutup total hanya satu sumur, itu pun kondisinya semakin menyempit. 

‘’Sebagian warga terpaksa menyalur air dari dusun lain terdekat,’’ ungkapnya.

Masih ada sekitar 18 kepala keluarga (KK) dari total 37 KK yang masih bertahan di lokasi tanah gerak. Sebanyak 19 KK lainnya sudah mengungsi. Karena rumahnya sudah rusak parah dan tidak layak dihuni. 

Sebenarnya, dari KK yang masih bertahan tersebut juga menghendaki segera pindah. Tapi mereka terpaksa tinggal lantaran belum ada biaya. 

‘’Mereka mengusahakan relokasi dengan biaya sendiri. Ada yang jual lahan atau ternak,’’ paparnya.

Terkait kondisi tanah gerak, dia mengaku sudah melaporkannya ke BPBD Ponorogo dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Laporan juga disertai informasi kesulitan air yang dialami warganya. 

‘’Kami sudah usulkan bantuan air. Tapi BPBD minta kami menyiapkan tandon air dulu,’’ terangnya sembari menyebut saat ini masih mengupayakan tandon.

Pihaknya juga sudah mengusulkan bantuan relokasi untuk warganya. Namun, hingga saat ini belum ada hasilnya. Sejak kondisi tanah gerak semakin parah akhir 2016, warganya baru mendapatkan bantuan uang tunai Rp 3 juta per KK. 

‘’Kami sudah menanyakan soal relokasi ke BPBD, katanya masih diusulkan ke kementerian,’’ tuturnya.

Selain rumah dan kebutuhan air, saat ini pemerintah desa (pemdes) setempat juga tengah memikirkan merelokasi gedung TK. Sebab, sejak dikosongkan awal 2017 lalu, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan di rumah warga. 

Sedangkan untuk KBM SDN 2 Tugurejo yang sempat pindah ke rumah warga dan masjid kini sudah kembali ke sekolah. Itu setelah pemdes setempat dibantu masyarakat mengupayakan pembangunan dua ruang kelas bulan Juli lalu.  

Plt Kepala BPBD Ponorogo Sumani mengungkapkan, belum mengetahui kondisi terkini tentang bencana tanah gerak di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung. 

Namun, bantuan relokasi untuk para korban terdampak tanah gerak di Tugurejo diperkirakan akan turun tahun ini. Kendati jumlahnya tidak sesuai dengan yang diusulkan sebanyak 28 unit rumah. Yang disetujui kementerian sebanyak 22 unit. 

‘’Kapan, kami belum tahu pasti. Yang jelas sudah ada lampu hijau dari kementerian,’’ paparnya.

Sebenarnya, lanjut Sumani, bantuan relokasi dari kementerian sosial untuk korban bencana tanah gerak di Ponorogo ada 40 unit rumah. Masing-masing rumah nilainya sekitar Rp 40 juta. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 unit untuk korban di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung. Dan sisanya untuk korban bencana tanah gerak di Desa Talun, Ngebel. Sumani berjanji akan mengupayakan semua korban mendapat bantuan relokasi. 

Sedangkan untuk bantuan air bersih, dia memastikan bisa langsung mengirim. ‘’Tapi warga menyediakan tandon airnya, pasti langsung kami kirim,’’ ungkapnya. 

(mn/tif/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia