Kamis, 21 Sep 2017
radarmadiun
Ponorogo

Musim Panen Gagal Kerek Harga Durian 

Senin, 17 Jul 2017 14:30 | editor : Budhi Prasetya

Pedagang memajang beberapa buah durian di lapaknya untuk menarik pengunjung  kawasan objek wisata telaga Ngebel 

Pedagang memajang beberapa buah durian di lapaknya untuk menarik pengunjung  kawasan objek wisata telaga Ngebel  (Latiful Habibi/Radar Ponorogo)

PONOROGO - Harga buah durian saat musim panen saja sudah terbilang wah. Apalagi jika sedang tidak musim. 

‘’Bisa berlipat-lipat lebih mahal,’’ kata Bikan, salah seorang petani sekaligus pedagang buah durian di Telaga Ngebel, Ponorogo. 

Perkataan pedagang buah durian asal Ponorogo itu bukan isapan jempol. Saat ini harga buah yang memiliki aroma khas itu tengah melambung. 

Durian seukuran kepala bayi saja harganya mencapai Rp 100 ribu per buah. Padahal saat musim, hanya sekitar Rp 35 ribu. 

Maklum, Ngebel yang dikenal sebagai sentra buah durian di Ponorogo saat ini sedang mengalami penurunan produksi. Warga Desa Sahang, Ngebel, ini menyebut biasanya satu pohon bisa menghasilkan sekitar 400 buah. 

‘’Sekarang tinggal 100 buah saja sudah bagus,’’ ungkapnya.

Tahun ini memang banyak petani durian yang gagal panen. Penyebabnya, musim penghujan yang panjang. 

Biasanya, di Ngebel, musim buah durian berlangsung sekitar Desember hingga Mei. Ketika musim panen, durian di Ngebel melimpah. Bahkan tidak jarang petani justru kesulitan menjualnya. 

‘’Makanya saat panen harganya murah,’’ terangnya.

Durian yang ada di Ngebel saat ini hanya slandren atau buah musim kemarau. Dari segi rasa, tidak jauh beda dengan durian ketika musim panen. 

Hanya harganya lebih mahal. Termurah berkisar antara Rp 40 ribu – Rp 50 ribu per buah. 

‘’Itu untuk kualitas yang kurang bagus,’’ sebutnya.

Sedangkan yang paling mahal, bisa mencapai Rp 200 ribu per buah. Dia pernah menjual dengan harga semahal itu ketika lebaran lalu. 

Untuk harga di atas Rp 75 ribu, dia menjamin kualitas rasanya. Jika tidak enak digratiskan atau ditukar yang lain. 

‘’Pasti tidak mengecewakan kalau harga segitu,’’ ujarnya menjamin.

Bagi yang tetap ingin menikmati durian dengan harga ekonomis juga ada. Sebab pedagang di Ngebel juga mendatangkan durian dari Sumatera. 

Harganya jauh lebih murah dibandingkan durian asli Ngebel. Kalau durian Ngebel Rp 100 ribu dapat satu, durian Sumatera bisa dapat tiga buah. 

‘’Tapi kualitas rasanya kami tidak menjamin,’’ terangnya.

Meski secara kualitas rasa hampir sama, buah durian Ngebel ada beberapa jenis. Di antaranya durian bajul (panjang), mrico (kecil), bokor (bundar bawah rata), kanjeng (istimewa) dan sapi (besar). 

Bikan menyebut beberapa istilah itu sebenarnya hanya variasi dari pedagang. Bukan dari jenis tanaman atau kualitasnya. 

‘’Kalau orang sini bilang untuk niteni (menandai) saja,’’ ungkapnya.

(mn/tif/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia