Senin, 25 Sep 2017
radarmadiun
Hukum & Kriminal

Usai Transaksi, ABG 19 Tahun Dibekuk Polisi 

Jumat, 14 Jul 2017 19:00 | editor : Budhi Prasetya

Petugas Satreskoba Polres Ngawi mengamankan Orisandy Hera Samudra (diborgol) berikut  ganja seberat 8,35 gram, Kamis (13/7) 

Petugas Satreskoba Polres Ngawi mengamankan Orisandy Hera Samudra (diborgol) berikut  ganja seberat 8,35 gram, Kamis (13/7)  (Loditya Fernandez/Radar Ngawi)

NGAWI - Orisandy Hera Samudra warga Kasreman harus rela menghabiskan masa mudanya di balik teralis besi lapas klas IIB. Remaja asal Kecamatan Geneng, Ngawi itu terancam hukuman maksimal 12 tahun. 

Ini setelah remaja 19 tahun itu kedapatan membawa ganja seberat 8,35 gram saat berhasil dibekuk petugas Polres Ngawi. Orisandy tertangkap anggota Satres Narkoba polres setempat di  PB Sudirman pad ahari Jumat (7/7) sekitar pukul 23.00 Wib. 

Kasubag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono menuturkan jika penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat. Laporan yang diterima menyebut jika ada transaksi narkoba jenis ganja di wilayah Desa Klitik. 

Anggota Satres Narkoba segera melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran   informasi itu. Termasuk akses jalan yang digunakan menuju lokasi transasaksi jual beli ganja. 

Akhirnya, petugas yang berpakaian preman itu berhasil mengendus lokasi yang dimaksud dalam laporan warga. Petugas lantas mendapati seorang pemuda yang diduga terlibat dalam transaksi narkoba itu. 

‘’Sesuai dengan ciri-ciri satu diantara dua pelaku yang melakukan transaksi narkoba, ‘’ ungkapnya. 

Tak ingin gegabah, petugas Satres Narkoba membuntuti pelaku. Setelah yakin dengan buruannya, petugas berpakaian preman itu langsung melakukan penghadangan. 

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu paket ganja di saku kiri celana tersangka. Ganja seberat 8,35 gram dibungkus menggunakan plastik klip warna transparan. 

‘’Pelaku dan barang bukti akhirnya diamankan ke Polres Ngawi,‘’ tambahnya.

Dari keterangan yang diperoleh tersangka Sandy -sapaan akrabnya- mendapatkan paket ganja tersebut dari seseorang yang tidak dikenalinya. Perkenalannya sekedar informasi dari salah seorang temannya sesama pemakai. 

Paket ganja tersebut dibelinya seharga Rp 100 ribu. Sandy mengaku jika ganja yang dibelinya akan dikonsumsi sendiri. Dirinya membatah bakal mengedarkan gaun haram tersebut. 

‘’Sudah kebiasaan konsumsi ganja. Jadi tidak diedarkan tapi di pakai sendiri,‘’ bebernya.

Eko menambahkan dari penangkapkan itu, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Selain ganja seberat 8,35 gram, sebuah hp dan sepeda motor jenis Honda Beat Nopol AE 2171 MJ turun diamankan dari tangan pelaku. 

Eko menambahkan jika akibat perbuatannya, Sandy bakal dijerat dengan Pasal 111 ayat 1 dan atau Pasal 131 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

‘’Ancaman minimal empat tahun penjara, maksimal 12 tahun penjara, ‘’ tuturnya.

Mantan Kapolsek Ngrambe itu mengaku jika pihaknya saat ini tengah memburu jaringan narkoba yang memasok ganja ke pelaku. 

Pun, Satres Narkoba Polres Ngawi masih melakukan pendalaman. Menurutnya, ganja tersebut diperkirakan berasal dari wilayah Jawa tengah. 

‘’Masih kami kembangkan, bisasanya ganja berasal dari luar Ngawi, bisa jadi Jawa Tengah,‘’ pungkasnya.

(mn/odi/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia