Rabu, 20 Sep 2017
radarmadiun
Mejayan

Jalan Desa Rusak, Pengusaha Tambang Didemo Warga

Kamis, 13 Jul 2017 10:52 | editor : Budhi Prasetya

Warga meminta pengusaha galian memperbaiki jalan rusak akibat kerap dilintasi truk berat

Warga meminta pengusaha galian memperbaiki jalan rusak akibat kerap dilintasi truk berat (R. Bagus Rahadi/Radar Madiun )

MEJAYAN – Kesabaran warga Dusun Kedungtelo, Desa Kaligunting,  Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun sudah habis. Dengan membawa poster berbagai tulisan, mereka pun menyuarakan tuntutan pada Suratno, pengusaha terkait di lokasi pertambangan.

Warga kesal lantaran pengusaha tambang galian C itu tak kunjung menepati janji memperbaiki jalan yang dilalui truk bertonase tinggi. 

Budianto, salah seorang warga, meminta agar kondisi jalan terdampak segera dikembalikan seperti sedia kala. Sebab, jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer itu sudah rusak parah. Jalan kian berlubang, dipenuhi material batu kerikil. 

‘’Baru diaspal delapan bulan lalu, sekarang sudah tak bisa dilewati,’’ ungkapnya.

Akibat jalan yang rusak parah itu, banyak pengguna jalan menjadi korban. Terutama anak-anak sekolah yang menggunakan sepeda untuk ke sekolah. Lantaran banyak yang jatuh akibat terpeleset material batu. 

Hampir seluruh badan jalan dengan lebar kurang lebih lima meter itu rusak. Sehingga pengguna jalan sama sekali tidak memiliki alternatif mencari bagian jalan yang masih halus. 

‘’Terkadang warga melewati bahu jalan. Tapi sekarang juga ikut rusak,’’ imbuhnya.

Kerusakan jalan desa tersebut sudah dirasakan warga sejak empat bulan terakhr. Namun, sebelum puasa lalu, truk-truk pengangkut tanah uruk tak lagi melewati jalan tersebut. Untuk mencapai jalan raya, truk melewati jalan di kawasan perhutani. 

Pengusaha pun meninggalkan begitu saja jalan yang sudah telanjur rusak tersebut. Padahal, sejak wacana penggalian tanah dilakukan, pihak pengusaha berjanji bakal memperbaiki jalan yang rusak akibat dilalui truk tersebut. 

‘’Sekarang sudah tidak lewat, kok tidak diperbaiki. Artinya mereka mblenjani janji,’’ ujarnya. 

Dijelaskan Budianto, jalan tersebut menjadi alternatif jalan satu-satunya untuk transportasi warga. Terutama warga Desa Kaligunting sebelah timur. 

Jalan tersebut juga menjadi penghubung dengan desa lain, yakni Desa Darmorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Meski kondisi jalan berbahaya untuk dilalui, mereka pun nekat melintasinya. 

’’Mau lewat mana lagi,’’ keluhnya.

Budianto juga mengeluhkan sikap pengusaha yang hingga kini belum membayarkan kompensasi bagi warga RT 5 dan RT 6 di RW 2 serta warga RT 2, RT 4, RT 9, dan RT 3 di RW 1. 

Janjinya, setiap satu truk yang lewat, pengusaha bakal memberikan kompensasi Rp 10 ribu. Dengan rincian Rp 5.000 untuk warga dan Rp 5.000 untuk pemerintah desa setempat. 

‘’Katanya mau dibayarkan sebelum Lebaran,’’ bebernya.

Protes yang dilakukan dengan aksi demo itu menjadi upaya terakhir warga menagih janji Suratno. Sebab, pertemuan dengan pengusaha tambang galian C yang diadaan sebelumnya tak membuahkan hasil positif. 

Suratno hanya mengutarakan janji-janji bakal memperbaiki jalan hingga pembayaran kompensasi. ‘’Sudah jengkel dan tidak percaya lagi. Kalau kali ini tidak juga ditepati, kami akan membawa massa lebih banyak,’’ ancam Budianto. 

Kades Kaligunting Nur Amin menuturkan, jauh-jauh hari pihaknya sebenarnya sudah mengingatkan pengusaha untuk segera membayarkan uang kompensasi yang sudah dijanjikan sebagai ganti rugi. 

Bahkan waktu itu, rencananya kompensasi maupun permasalahan jalan terdampak harus tersolusikan sebelum lebaran. 

‘’Saya pun tidak keberatan jika kompensasi untuk pemdes digunakan dulu untuk warga. Karena sampai sekarang pemdes juga belum terima kompensasi sepeser pun,’’ terangnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan jika pemdes tidak ikut campur terkait pembayaran uang kompensasi bagi warga. 

Sebab, sudah ada koordinator antara pengusaha dan warga yang menangani pembayaran kompensasi tersebut.  Itu menjadi kesepakatan awal sejak usaha galian bergulir. 

‘’Kami harapkan pengusaha segera membayar kompensasi. Karena yang terjadi saat ini pembayarannya masih belum merata. Belum semua warga yang sudah menerima,’’ ungkapnya.

(mn/bel/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia