Kamis, 21 Sep 2017
radarmadiun
Hukum & Kriminal

Menyaru Anggota TNI, Andik Koleksi Foto Cewek Berseragam Ini

Rabu, 12 Jul 2017 12:00 | editor : Budhi Prasetya

Andik Priawan (sikap hormat) saat diamankan di Makoramil  Paron lantaran kedapatan menyaru menjadi anggota TNI dari kodam V Brawijaya. 

Andik Priawan (sikap hormat) saat diamankan di Makoramil  Paron lantaran kedapatan menyaru menjadi anggota TNI dari kodam V Brawijaya.  (WS Hendro/Radar Ngawi )

NGAWI - Petualangan Andik Priawan menyaru sebagai anggota TNI berkahir di tangan Sertu Eko Prayitno dan Serda Dwiyanto. Dua anggota Koramil Paron, Ngawi itu tak segan menggelandang anggota TNI gadungan itu ke makoramil tempatnya berdinas. 

Pun, warga Kampung Baru, Plandaan, Kabupaten Jombang ini menerima berondongan pertanyaan sesampainya di Makoramil Paron. Termasuk diantaranya motif Andik menyaru sebagai anggota Kodam V Brawijaya. 

Anggota unit reskrim Polsek Paron yang datang ke markas koramil turut penasaran dengan ulah Andik. Sebab, diduga aksi konyolnya itu dilakukan untuk melakukan penipuan. Sasarannya, perempuan yang mendambakan pasangan anggota TNI. 

Dugaan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya sejumlah foto perempuan ditemukan tersimpan di dalam tas yang dibawanya. Lebih mencengangkan, foto -foto cewek itu berseragam Dishub hingga Polwan. 

Bahkan di secarik kertas yang dibawanya terdapat sejumlah nomor dengan nama perempuan. 

‘’Memang banyak foto perempuan, tapi pengakuannya sekedar untuk ditunjukkan kepada kenalannya. Cuma sebagai gaya-gayaan,‘’ Komandan Rayon Militer 0805/02 Paron, Kapten ARH Sukantri.

Setelah dimintai keterangan dan didata, anggota TNI gadungan itu selanjutnya diserahkan ke Polsek Paron untuk menjalani proses hukum. 

Satu stel pakaian PDH dan satu buah tas berisi uang Rp 430 ribu, sejumlah foto perempuan perempuan, buku tabungan dan sejumlah barang lainnya turun diamankan dari tangan Andik. 

‘’Kami amankan karena tidak ingin kesatuan kami jatuh akibat ulah pelaku. Selanjutnya kami serahkan ke Polsek untuk diproses hukum, ‘’ tegasnya. (odi/pra)

Kepada wartawan Andik mengaku jika aksinya dilakukan lantaran terobsesi menjadi anggota TNI. Namun dia, gagal karena tidak lolos dalam serangkaian tes. Hingga dia nekat menyaru sebagai anggota TNI untuk gaya-gayaan. 

‘’Saya hanya termotivasi sebagai anggota TNI, tapi gagal. Sudah pernah ikut tes juga,’’ tegasnya.

Kata dia, seragam yang dikenakannya diperoleh dari salah seorang kenalan yang diakuinya pensiunan TNI. 

‘’Saya dikasih Iwan, cuma betnya disuruh nyoplok (melepas, Red), ‘’ tuturnya.

Dia mengaku jika kedatangannya ke Ngawi sekedar untuk silturahmi ke rumah Dul Rohman, teman kerja di sebuah proyek pembangunan di Surabaya. Kedatangannya itu sudah kedua kalinya.  

‘’Mung dolin, pulang ke rumah Jombang sudah tidak diterima keluarga karena sering membantah,‘’ akunya.

Dul Rohman teman Andik mengaku sempat curiga dengan rekannya itu. Sebab, dirinya pernah sama-sama bekerja sebagai kuli bangunan pada salah satu proyek di Surabaya. 

Warga Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi ini heran dengan penampilan dan pengakuan Andik. Setelah beberapa bulan tak bertemu, dilihatnya Andik sudah berseragam TNI  dan berpangkat serka.  

‘’Kalau curiga pasti,’’ tegasnya.

Dul mengatakan kecurigannya itu sempat terpatahkan karena Andik dinilai memiliki banyak wawasan tentang TNI. Pun, Andik juga sempat menyebut sejumlah nama anggota TNI dalam ceritanya. 

‘’Saya sempat tanya kok TNI kerja kuli. Katanya nyambi. Setiap jam istirahat dia bilang mau ijin ke kantor absen. Selain itu, kenalan nama-nama anggota TNI banyak,‘’ jelasnya. 

(mn/odi/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia