Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Kriminalitas

Bacok tetangga Gara - gara Pohon Pisang

Jumat, 19 May 2017 20:09

Bacok tetangga Gara - gara Pohon Pisang

Suparmi melaporkan Cristianto tetanganya ke polsek Ngrambe setelah dianiaya, kamis (18/5) (Istimewa for Radar Magetan)

NGAWI - Emosi kerap menimbulkan petaka. Seperti yang dialami Cristianto, warga desa Sidomulyo, Ngrambe yang harus berurusan dengan polsek setempat. 

Pria 43 tahun itu emosional setelah rumahnya tertimpa pohon pisang yang roboh. Amarahnya tersulut lantaran melihat genteng rumahnya melorot akibat kejadian tersebut. Cristianto lantas mendatangi rumah Suparmi, tetangganya yang tak lain si pemilik pohon pisang. 

Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Ngawi  peristiwa itu terjadi Rabu (17/5) sekitar pukul 18.00. Suparmi yang sedang bersantai di teras rumahnya  didatangi Cristianto dengan membawa parang. 

Cris -panggilan Cristianto- tidak terima kerusakan rumahnya akibat tertimpa pohon pisang hingga meminta pertanggungjawaban Suparmi. Lantaran tidak ada yang mau mengalah, keduanya pun terlibat cek-cok mulut. 

Lantaran amarah sudah di ubun-ubun, Cris menendang kaki Suparmi. Tidak hanya itu, dirinya juga menyabetkan parang yang dibawanya dari rumah. Upaya menghalau serangan itu membuat tangan kiri korban luka robek. 

‘’Korban mengalami luka bacok di tangan kirinya,‘’ beber Kasubag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono.

Mendengar keributan yang terjadi, membuat warga sekitar berdatangan untuk melerai keduanya. Lantaran mengalami luka bacok, di tangan, Suparmi selanjutnya di bawa ke Puskesmas Ngrambe oleh warga sekitar rumahnya. 

Sementara warga yang lain berusaha menenangkan Cristianto di rumahnya. Tidak puas dengan perilaku tetangganya, Suparmi melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Polsek Ngrambe. 

‘’Kejadian sekitar pukul 18.00, setelah menjalani perawatan korban melapor ke Polsek pukul 19.00,‘’ tambahnya.

Usai kejadian tersebut, Polsek Ngrambe masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi. Pihaknya pun mengumpulkan barang bukti awal berupa hasil visum. 

Dari keterangan yang diperoleh dari korban dan saksi, dugaan awalnya kejadian tersebut disebabkan Cristianto marah usai rumahnya tertimpa pohon pisang milik korban. 

Hanya Eko menduga jika sebelum kejadian tersebut, kedua tetangga tersebut memiliki permasalahan lain. 

‘’ Jadi setelah ada kejadian itu kemarahnya makin memuncak, ‘’ jelasnya.

Eko pun heran akan kejadian tersebut. Pasalnya Cristianto dengan mudahnya melakukan penganiayaan hingga pembacokan terhadap tetangganya sendiri. Dirinya berharap masyarakat aktif dalam kegiatan rukun tetangga. Mulai gotong royong hingga hajatan. 

‘’Supaya semakin akrab satu sama lainnya. Jadi tidak sampai terjadi kasus seperti ini,‘’ tambahnya. (odi/pra/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia