Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ekbis

Kenaikan Harga Diduga Ulah Oknum Berduit

Jumat, 19 May 2017 16:30

Kenaikan Harga Diduga Ulah Oknum Berduit

Harga bawang putih di Kota Madiun tembus Rp 60 ribu per kilogram (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN - Harga bumbu dapur dan sembako di sejumlah daerah mulai merangkak naik. Tidak terkecuali di Kota Madiun. Jelang Ramadan, kenaikan harga paling melesat pada komiditi bawang putih. 

Harga bumbu dapur ini mengalami penyesuaian harga hingga Rp 18 ribu. Jika sebelumnya dipatok Rp 42 ribu, kini pedagang membanderol bawang putih dagangannya Rp 60 ribu per kilogramnya. 

‘’Sepertinya ada permainan orang-orang berduit, yang bisa nyetok banyak,’’ kata Giyono, salah seorang pedagang Pasar Besar Madiun (PBM). 

Kata dia, kenaikan itu sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Pihak pedagang jelas tidak bisa berbuat banyak. Jika pembeli turun, itu sudah risiko. 

‘’Mau tidak mau ya kami kulakan, harganya sudah tinggi,’’ keluhnya.

Giyono menyebut jika harga kentang juga terkerek naik. Jika harga sebelumnya Rp 11 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Menurut Giono, naiknya harga kentang ini sudah rekor. 

‘’Yang biasa buat perkedel kentang, pindah ke perkedel jagung,’’ ujarnya.

Harga daging ayam potong pun ikut-ikutan naik. Yang sebelumnya di kisaran Rp 27 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. 

‘’Akhirnya yang beli juga sepi. Kalau daging sapi harganya masih aman,’’ tutur Endang, pedagang PBM lainnya. 

Beras pun serupa. Beras kualitas biasa yang harga awalnya Rp 7.000 per kilogram kini menjadi Rp 8.000 per kilogram. Sementara beras kualitas sedang yang biasa dijual Rp 8.000 per kilogram kini menjadi Rp 9.000. Beras kualitas super menjadi Rp 11.000 per kilogram dari yang biasanya Rp 9.000. 

‘’Banyak konsumen yang mengeluh. Harus bagaimana lagi, kulakan juga sudah mahal,’’ keluh Tini, salah seorang pedagang sembako.

Kendati demikian, para pencinta pedas masih bisa sedikit bernapas lega. Harga cabai di pasaran tidak mengalami kenaikan alias stabil. Cabai rawit dipatok harga Rp 44 ribu, cabai merah Rp 30 ribu, cabai tampar Rp 29 ribu, dan cabai hijau (lalapan) Rp 30 ribu. 

Berbanding terbalik dengan harga sayur-mayur. Parmi, salah seorang pedagang sayuran, mengatakan jika harga sayur malah turun. 

‘’Sawi dan bayam yang per ikat biasa laku Rp 2.500 sekarang jadi Rp 1.000,’’ ujarnya. (mg8/ota/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia