Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Hukum

Polisi Telusuri Aliran Uang Hasil Dugaan Pungli

Jumat, 19 May 2017 16:00

Polisi Telusuri Aliran Uang Hasil Dugaan Pungli

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Madiun Kresna Herlambang usai menjalani pemeriksaan Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Madiun Kota, Senin (15/5) lalu (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN - Jika benar terbukti melakukan pungutan, oknum pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun bakal menerima sangsi bertubi. Pasalnya mereka tidak hanya harus berhadapan dengan penegak hukum setempat. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Saiful Rahman mengaku menyerahkan sepenuhnya penerapan sangsi bagi oknum pelaku dugaan pungli pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Inspektorat. 

Namun buru - buru dirinya menambahkan jika penetapan sanksi administrasi masih menunggu hasil putusan tetap persidangan. Pemprov tidak akan ikut campur selama proses hukum kasus OTT pungli tersebut berjalan. 

‘’Bagi mereka yang melanggar, tentu nantinya bakal berurusan dengan BKD, Inspektorat, dan polisi,’’ ujar mantan kepala SMKN 4 Malang itu.

Sementara itu, polisi belum berhenti mendalami perkara dugaan pungli terkait pengurusan surat keputusan (SK) pensiun dan kenaikan pangkat tersebut. Satreskrim Polres Madiun Kota masih terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan kasus tersebut. 

Setelah meminta keterangan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Madiun Kresna Herlambang, penyidik berencana mengonfrontasi keterangan yang didapat ke pihak Dinas Pendidikan Jatim. 

Dengan cara ini, petugas berharap bisa menelusuri aliran uang hasil pungutan SK kenaikan pangkat dan pensiun para guru SMA dan SMK di Kota/Kabupaten Madiun. 

‘’Setelah dilakukan konfrontasi dengan dinas pendidikan Jatim, selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk meningkatkan kasus ke tahap penyidikan,’’ jelas Kapolres Madiun Kota AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan, Kamis (18/5).

Setelah mendapat keterangan dari Dinas Pendidikan Jatim, Mantan kapolres Mamuju ini berharap agar kasusnya menjadi lebih jelas. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan masih ada saksi-saksi lain yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan. 

‘’Jadi, laporan ini murni dari masyarakat,’’ tandas Sonny. (her/ota/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia