Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Caruban

Anggaran Dialihkan, Tim Scanning Ngaplo

Jumat, 19 May 2017 10:53

Anggaran Dialihkan, Tim Scanning Ngaplo

Tim scanning lembar jawaban US Kabupaten Madiun bekerja mulai pukul 13.00 hingga 00.00. (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MADIUN – Kerja tim scaning lembar jawab komputer (LJK) ujian sekolah Kabupaten Madiun patut diacungi dua jempol. Lima personil anggota tim Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Madiun itu harus bertugas dari pukul 13.00 hingga 00.00 setiap hari tanpa honor. 

Padahal, kerja tim scaning tidaklah mudah. Mereka harus kerja keras hingga tengah malam untuk mengoreksi 27.279 lembar hasil ujian sekolah (LHUS) tingka sekolah dasar (SD) se Kabupaten Madiun. 

Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas) Dindik Kabupaten Madiun Endang Purwaningsih menerangkan, anggaran yang sudah diplot untuk honor tim scanning itu digeser untuk kegiatan lainnya. 

Honor Rp 250 ribu yang sedianya bakal diterimakan selama dua bulan itu terpaksa digunakan untuk penganggaran pencetakan naskah soal US. Sebab, mulai tahun ini kewenangan mencetak naskah ujian itu dibebankan pemerintah daerah. 

‘’Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih di-handle Dindik Jatim,’’ katanya.

Endang menegaskan, kebijakan itu baru diketahuinya saat mengikuti rapat yang dipimpin langsung Kadindik Provinsi Jatim, 19 April lalu. Di mana, anggaran pencetakan naskah soal US yang semula masuk di pos Dindik Jatim juga dicoret Kementerian Pendidikan. 

Itu mendasar UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Di mana Pemprov Jatim hanya berwenang mengelola pendidikan menengah atas dan sekolah luar biasa (SLB). 

‘’Jika pencetakan naskah US tetap dianggarkan pemprov, menyalahi aturan,’’ tegasnya.

Diakui Endang, Dindik Kabupaten Madiun sebenarnya sangat kelabakan dengan kebijakan baru tersebut. Sebab, pihaknya sebelumnya tidak menyiapkan anggaran untuk mencetak naskah US. 

Anggaran–anggaran untuk kegiatan lainnya terpaksa harus disunat. Tak terkecuali honor untuk lima tim scanning lembar jawaban US. Hingga akhirnya anggaran sekitar Rp 127 juta didapatkan untuk mencetak naskah soal US. 

‘’Sebagai gantinya akan kami anggarkan di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) 2017 nanti. Kasihan tim scanning yang sudah merelakan waktu untuk tetap bekerja di luar jam dinas,’’ jelasnya. (bel/fin/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia