Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ponorogo

Harga Naik, Stok Menipis

Kamis, 18 May 2017 21:30

Harga Naik, Stok Menipis

Seorang pedagang di luar Pasar Songgolangit menata barang dagangannya, Rabu (17/5) (Asta Yanuar/Radar Ponorogo )

PONOROGO – Sepekan jelang Ramadan harga kebutuhan pokok di Ponorogo terus merangkak naik. Kondisi semakin sulit setelah stok barang menipis pasca-musibah kebakaran Pasar Songolangit, Minggu (14/5) malam, lalu. 

‘’Cabai rawit paling tinggi kenaikannya,’’ kata Prihayem, salah seorang pedagang yang membuka lapak di eks pengadilan, Rabu (17/5).

Harga cabai rawit kini mencapai Rp 55 ribu sekilo, sebelumnya di kisaran Rp 40 ribu. Cabai keriting yang dulunya Rp 25 ribu, kini sudah Rp 35 ribu per kilogram. Pun harga barang kebutuhan lain juga ikut terkerek. 

Bawang putih naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 42 ribu per kilogram. Harga telur ayam naik Rp 2.000, dari Rp 18 ribu jadi Rp 20 ribu per kilogram. Kemiri dari Rp 29 ribu jadi Rp 34 ribu. 

‘’Semua naik mulai seminggu terakhir,’’ ujarnya.

Kenaikan harga diprediksi bakal terus naik. Sebab, stok juga menipis. Dia menyebut kiriman kerap telat. Sejumlah barang yang datang juga tidak dalam kondisi baik. Ada yang sudah membusuk. 

Kebanyakan bawang merah dan cabai. Penyebab keterlambatan pengiriman beragam. Mulai telat panen hingga bencana alam. 

Parahnya, sejumlah tengkulak mengalihkan pengiriman lantaran aktivitas jual-beli di Pasar Songgolangit sementara lumpuh. Aktivitas perdagangan belum normal pasca-kebakaran. 

Pemkab melarang pedagang berjualan hingga relokasi sementara terealisasi. Tak pelak, pedagang tidak jadi korban kebakaran juga terdampak. 

‘’Barang yang datang sedikit. Padahal, masyarakat tetap butuh,’’ ungkapnya sembari menyebut biasa terjadi kelangkaan menjelang lebaran.

Ironisnya, daya beli masyarakat juga menurun. Prihayem menyebut pelanggannya yang biasa membeli sekilo jadi setengahnya. Penyebabnya pun beragam. Mulai kualitas barang hingga kenaikan harga. 

Dia berharap kondisi segera kembali normal. Sebab, lebaran sudah dekat. Penjualan selalu meningkat saat lebaran. Namun, pedagang di Pasar Songgolangit terancam sebaliknya. 

‘’Kalau seperti ini terus bisa rugi,’’ keluhnya.

Nurhayati, seorang pembeli kesulitan mencari barang yang diinginkan. Sebab, sebagian besar pedagang tutup. Kalaupun ada, kualitas barang jelek. Dia terpaksa membeli di pasar lain. Menurut Nurhayati musibah kebakaran berdampak luas. 

Bukan hanya pedagang. Namun, juga konsumen. Dia berharap pemkab segera mengambil langkah cepat. 

‘’Semua jadi serba susah,’’ ujarnya. (agi/sat) 

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia