Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Peristiwa

Ngebut, Truk Tabrak Pengendara Motor

Sopir Mencoba Kabur Usai Melindas Korban

Kamis, 18 May 2017 21:00

Ngebut, Truk Tabrak Pengendara Motor

Truk nopol AG 8167 KE diamankan di Satlantas Polres Ponorogo, Rabu (17/5). (Asta Yanuar/Radar Ponorogo)

SIMAN – Jalanan Ponorogo kembali memakan korban. Kali ini bukan lantaran jalan rusak. Melainkan kecerobohan pengemudi yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Dua korban tewas tenpat kejadian perkara (TKP). 

Peristiwa maut itu terjadi Rabu (17/5) sekitar pukul 00.50 dini hari. Tepatnya di Jalan Ponorogo-Pacitan Km 5-6, di depan salah satu warung makan Desa Madusari, Siman, Ponorogo. 

‘’Lakalantas melibatkan truk dan sepeda motor,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo Ipda Badri, Rabu (17/5) kemarin.

Lakalantas bermula saat sepeda motor Yamaha Jupiter AE 5509 SF melaju dari arah selatan (Pacitan-Ponorogo) dengan kecepatan sekitar 40 kilometer perjam. Sampai di selatan tugu batas Ponorogo Kota, truk AG 8167 KE juga melaju dari arah selatan. 

‘’Dia (truk) ingin mendahului sepeda motor itu,’’ ungkap Badri.

Tapi saat bersamaan, datang kendaraan roda empat (minibus) dari arah berlawanan. Karena tidak cukup ruang untuk mendahului sepeda motor, sopir truk banting setir ke lajur kiri lagi. 

Sial, jarak antara truk dengan sepeda motor terlalu dekat. Sehingga, truk tersebut menumbur sepeda motor dan melindasnya. 

‘’Sopir mengaku sudah mencoba mengerem, tapi terlambat karena tidak cukup jaraknya,’’ terangnya.

Akibatnya, dua korban, yakni pengendara sepeda motor dan yang dibonceng tewas di TKP. Pengendaranya Boirin, 61, warga Dusun Menggala, Truneng, Slahung, Ponorogo. Sedangkan yang dibonceng Kateno, 53, warga Dusun Karang Tengah, Nambak, Bungkal, Ponorogo. 

‘’Korban terlindas dan terseret hingga sekitar 20 meter dari titik tumbur,’’ sebut Badri.

Setelah menabrak sepeda motor itu, pengemudi truk Sahrul Munir, 32, warga Desa/Kecamatan Srengat, Blitar itu mencoba kabur. Namun, berhasil dikejar dan dihentikan dihentikan warga sekitar 500 meter dari TKP. 

Selain sopir, di dalam truk itu juga ada seorang kernet Sugeng Widodo, 39, warga Kebonduren, Ponggok, Blitar. 

‘’Karena tidak cukup untuk mengerem dia tabrak lalu mencoba kabur,’’ paparnya.

Menurut Badri, sopir dalam keadaan sadar dan tidak terpengaruh alkohol. Rencananya, truk warna hijau itu akan mengirim cabai dari Blitar ke Jakarta. Sopir melaju kencang untuk mengejar waktu agar barang kirimannya cepat sampai tujuan. 

‘’Sopir memakai sabuk pengaman, surat-surat kelangkapan ada semua. Tapi karena mengemudinya ugal-ugalan mengakibatkan kecelakaan ini,’’ ungkapnya.

Kedua korban tewas akibat luka parah di bagain kepala. Setelah melakukan olah TKP, polisi langsung membawa jenazah kedua korban ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk dilakukan Visum et Repertum (VeR). 

‘’Selain menghilangkan dua nyawa, peristiwa itu juga mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp 2 juta,’’ ujarnya.

Sementara untuk sopir truk langsung ditahan di Mapolres Ponorgo untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi mengamankan truk AG 8167 KE dan sepeda motor Yamaha Jupiter AE 5509 SF di Satlantas Polres Ponorogo sebagai barang bukti. 

Sopir truk dijerat pasal 310 ayat 4 tentang UU Lalu-lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tentang kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. 

‘’Sopir sudah kami tetapkan sebagai tersangka,’’ tegasnya. (tif/sat/jprm) 

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia