Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Magetan

WannaCry Ganggu Pembayaran Rekening PDAM Magetan

Kamis, 18 May 2017 18:00

WannaCry Ganggu Pembayaran Rekening PDAM Magetan

Pemberitahuan gangguan layanan pembayaran rekening air di PDAM (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

MAGETAN – Kehebohan serangan virus ransomeware WannaCry di berbagai belahan dunia ternyata merambah Magetan. Serangan virus itu sempat membuat layanan pembayaran rekening air di PDAM Lawu Tirta lumpuh. 

Ini akibat matinya server jaringan di sembilan kantor cabang milik BUMD tersebut. Alhasil, selama satu setengah hari sejak Senin lalu (15/5) sejumlah warga yang sedianya hendak membayar rekening pun harus pulang dengan tangan hampa. 

‘’Baru kali ini belum bisa membayar (rekening air). Biasanya nggak ada kendala,’’ kata Azis, salah seorang warga, Rabu (17/5). 

Azis mengungkapkan, berdasar informasi yang disampaikan petugas, layanan pembayaran rekening air belum bisa dilakukan karena ada gangguan pada server kantor pusat. Dia diminta kembali lagi Senin (22/5) pekan depan, meski jatuh tempo pembayaran Senin lalu. 

‘’Katanya Senin itu nanti transaksi pembayaran sudah berjalan normal lagi,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magetan. 

Direktur Umum (Dirum) PDAM Lawu Tirta Giyanto menjelaskan, gangguan dikarenakan adanya pemutusan koneksi internet. Hal itu sengaja dilakukan untuk memproteksi dari dampak terburuk serangan virus WannaCry. 

Pasalnya virus jenis ransomware itu bisa merusak data yang tersimpan pada komputer. Dalam pemutusan jaringan internet tersebut, pihaknya melakukan back up data penting yang tersimpan di seluruh kantor cabang. 

Karena jumlahnya banyak, proses back-up yang dilakukan tenaga informasi teknologi (IT) diperkirakan berlangsung selama lima hari hingga Sabtu (20/5). 

‘’Tapi proses back-up sudah selesai dari perkiraan, koneksi sudah dinyalakan dan pelayanan pembayaran sudah kembali normal,’’ katanya.  

Giyanto menyebut gangguan itu tidak hanya terjadi di PDAM Magetan, melainkan menyeluruh di tanah air. Pun ada instruksi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan back up data penting sebagai antisipasi terkena virus WannaCry. 

‘’Dari kejadian matinya jaringan tidak ada kerugian materiil, hanya pelayanan pembayaran rekening yang terganggu,’’ jelasnya. (cor/isd/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia