Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Caruban

Janji Selesaikan Frontage Bulan Ini

Kamis, 18 May 2017 17:40

Janji Selesaikan Frontage Bulan Ini

Gunardi, PPK tol Manker saat memberikan penjelasan kepada awak media (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MADIUN - Belum bebasnya lahan bakal frontage Tol Mantingan–Kertosono (Manker) tak bisa dijadikan alasan. Kebutuhan pembangunan akses jalan samping itu sangat penting bagi petani tebu yang memasuki masa panen. 

‘’Sekarang sedang proses pembebasan. Tapi, pihak pelaksana sudah dapat membangun jalannya terlebih dulu. Karena ini mendesak,’’ kata Gunadi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tol Manker.

Dijelaskan Gunadi, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan pemerintah desa (pemdes) dan pemilik lahan. Di mana, tanaman tebu di lahan bakal frontage itu sudah diganti biaya kompensasi. 

Itu dilakukan sembari menunggu pembebasan lahannya kelar dilaksanakan. Dengan begitu, pembangunan fisik frontage sudah dapat dikerjakan Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Paket I PT Waskita Karya. 

‘’Jadi, kami targetkan bulan ini sudah terealisasi pembangunan frontagenya,’’ paparnya.

Gunadi menyebut, setidaknya terdapat sembilan bidang lahan terdampak frontage. Selain lahan warga Dusun Mantren, Desa Bagi, Kecamatan/Kabupaten Madiun, lahan milik warga Desa Mojomanis, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, juga ikut terkena imbasnya.

Sejauh ini, koordinasi dengan pemerintah desa (pemdes0 dari kabupaten tetangga itu  telah dilakukan. 

‘’Karena sudah sepakat, ya bisa digarap,’’ jelasnya.

Bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Madiun, PPK tengah memasuki tahap identifikasi. Setelah diketahui masing-masing pemilik lahan bakal frontage tersebut, barulah disampaikan kepada tim appraisal untuk dinilai harga tanahnya. 

Setelah bidang tanah itu terbayarkan, maka tanah dinyatakan bebas dan sepenuhnya menjadi milik negara. 

‘’Tapi kami melakukan percepatan agar bisa dikerjakan. Karena ini kebutuhan masyarakat, jadi harus diprioritaskan,’’ ungkapnya.

Diakui Gunadi, kebutuhan lahan untuk frontage memang di luar perencanaan. Wajar jika terjadi penambahan lahan terdampak pembangunan megaproyek nasional tersebut. 

Selama ini pihaknya memang lebih fokus pada pembebasan lahan untuk main road saja. Untuk keperluan pembangunan megaproyek  nasional sepanjang 36 kilometer itu setidaknya membutuhkan lahan sebanyak 2.667 bidang atau seluas 2.570.365 meter persegi. 

Sesuai desain pembangunannya, frontage memerlukan lahan tambahan yang juga harus segera dibebaskan. 

‘’Kami membebaskan lahan sesuai desain dan mengikuti kebutuhan,’’ jelasnya. (bel/fin)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia