Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Kota Madiun

WannaCry Bikin Pemkot Madiun Kelabakan

Rabu, 17 May 2017 15:00

WannaCry Bikin Pemkot Madiun Kelabakan

Server data kependudukan dispendukcapil menyimpan sekitar 210 ribu data penduduk Kota Madiun. (Bagas Bimantara/Radar Madiun )

MADIUN – Heboh WannaCry juga melanda Kota Madiun. Virus ransomware WannaCry atau WannaCrypt menebar teror sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyelenggarakan pelayanan publik. 

Maklum, pelayanan publik setempat menggunakan sistem komputer yang terkoneksi dengan internet. Terlebih, virus jenis ransomware tersebut diketahui menyebar melalui fasilitas internet yang terpasang di perkantoran instansi pemerintah maupun lembaga publik lainnya. 

Kantor dinas kependudukan dan catatan sipil (Dispendukcapil) Pemkot Madiun tak ingin ikutan jadi korban. Petugas administrasi langsung mem-back up database kependudukan yang sudah tersimpan di server ke hard disk eksternal. 

‘’Jadi, sewaktu-waktu kalau virus WannaCry menyerang, kami sudah punya data salinan,’’ kata Administrator Database Dispendukcapil Kota Madiun Yessy Mawarsari, Selasa (16/5).

Langkah ini dilakukan karena data kependudukan dinilainya begitu penting. Data yang hilang atau terhapus tentunya akan menyulitkan pemkot dalam melakukan pencatatan administrasi kependudukan. 

‘’Biar aman saja,’’ ujar Yessy.

Tidak hanya itu, sambungan server lokal ke server pusat juga dibatasi agar serangan virus tidak menyerang server database. Apalagi, server di dispendukcapil saat ini sudah menampung sekitar 210 ribu data penduduk Kota Madiun. 

‘’Jadi beda jaringannya, antara yang menyambung ke portal dengan server pusat,’’ jelasnya.

Pencegahan serangan virus WannaCry juga dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Pengamanan utamanya ditujukan sistem pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan secara elektronik. 

Selain mem-back up data, tenaga administrator juga memblokir port-port (jaringan komputer) yang terindikasi dilewati virus WannaCry. 

‘’Sehingga, sebelum masuk server lokal pemkot, dilakukan pemblokiran mikrotik router core,’’ ujar administrator jaringan Diskominfo Tunggul Priyono.

Sebelum itu, pada Senin lalu (15/5) Diskominfo Jatim juga telah menerbitkan surat edaran (SE) 065/1896/114.4/2017 tentang upaya pencegahan serangan malware ransomware WannaCrypt. 

Menindaklanjuti SE tersebut, pihaknya telah menyosialisasikan penyebaran virus WannaCry sekaligus tindakan preventif yang perlu diterapkan pada seluruh OPD, terutama yang berkaitan dengan pusat pelayanan informasi dan data (PPID). 

‘’Tapi sampai sekarang masih aman. Belum ada laporan apapun terkait serangan virus itu,’’ ungkapnya.

Proses pengamanan data juga dilakukan pihak PT KAI DAOP VII Madiun. Manajer Humas PT KAI DAOP VII Supriyanto menjelaskan, tindakan pencegahan yang dilakukan adalah memperbarui security guard. 

Langkah pengamanan ini sudah dilakukan tim informasi dan teknologi (IT) pada Senin lalu. Disamping itu, jaringan komputer juga dimatikan sementara. 

‘’Setiap user diinstruksikan untuk di back-up datanya. Setiap komputer selanjutnya di-copy-kan security guard,’’ jelasnya.

Kendati jaringan komputer dimatikan sementara waktu, Supriyanto mengaku jika upaya ini tidak sampai mengganggu pelayanan pemesanan tiket maupun perjalanan kereta api. Sebab, proses penyalinan data dan pembaruan security guard hanya memakan waktu beberapa menit saja. 

‘’Setelah itu semuanya kembali normal,’’ pungkasnya. (her/ota/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia