Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ponorogo

Jurnalis Sekolah Liputan Khusus Kebakaran Pasar Songgolangit

Selasa, 16 May 2017 22:00

Jurnalis Sekolah Liputan Khusus Kebakaran Pasar Songgolangit

Enam siswi melakukan wawancara dengan Kanit Patroli Polres Ponorogo, Senin (15/5). (Latiful Habibi/Radar Ponorogo )

PONOROGO - Kebakaran Pasar Songgolangit menyedot perhatian banyak orang. Mulai pedagang plus keluarganya yang jadi korban, aparat, hingga masyarakat awam. Mereka mendatangi lokasi dengan kepentingan beragam. Sejumlah pelajar pun tak mau ketinggalan. 

Di sisi barat Pasar Legi – nama asli Pasar Songolangit - enam siswi salah satu madrasah di Ponorogo sibuk mewawancarai salah satu petugas kepolisian. Layaknya jurnalis, mereka menggali informasi dari petugas tersebut. 

‘’Cari informasi tentang peristiwa kebakaran pasar ini,’’ kata Siti Lailatul Munawaroh, salah seorang siswi itu, Senin (15/5).

Mereka memang para jurnalis sekolah yang sedang liputan khusus. Kegiatan itu, kata dia, merupakan murni inisiatif dari timnya sendiri. Tanpa arahan pihak sekolah atau pembina jurnalistiknya. 

‘’Hasilnya akan kami buat berita untuk mengisi majalah dinding (mading) di sekolah,’’ jelasnya.

Dia sengaja mencari narasumber berkompeten untuk menghindari kesalahan informasi. Dia bersama teman-temannya memilih salah seorang anggota Polres Ponorogo untuk menggali informasi tentang kondisi pasar pasca-kebakaran. 

‘’Tidak hanya seorang, kami juga akan mencari narasumber lain agar hasilnya akurat,’’ terangnya.

Ide liputan khusus itu didasari keresahan mereka lantaran muncul kabar yang simpang siur. Dia dan teman-temannya mencoba mendapatkan fakta yang sebenarnya dengan datang ke tempat kejadian perkara (TKP). 

‘’Kegiatan kami ini untuk mengantisipasi kabar tanpa bukti,’’ ungkapnya.

Kanit Patroli Polres Ponorogo Ipda Dul Hajis, salah seorang yang jadi sumber berita mereka. Hajis pun mengapresiasi para pelajar itu. Karena dengan inisiatif dan keberaniannya meliput peristiwa kebakaran pasar tradisional terbesar di Ponorogo ini. 

‘’Saya senang dan bangga dengan mereka,’’ ungkapnya.

Hajis tidak menyangka pertanyaaan mereka sangat kritis. Dia juga menyampaikan pesan agar tidak hanya mencari informasi yang akurat. Tapi juga harus teliti terhadap semua fakta di lapangan agar beritanya berkualitas. 

‘’Kami berharap mereka ke depan bisa jadi jurnalis hebat,’’ tuturnya. (tif/sat/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia