Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Peristiwa

Geger, Sumardi Ditemukan Tewas di Dasar Sumur

Selasa, 16 May 2017 20:00

Geger, Sumardi Ditemukan Tewas di Dasar Sumur

Petugas polsek Kedunggalar dan warga melakukan evakuasi jasad Sumardi, Senin (15/5). (Loditya Fernandez/Radar Ngawi )

NGAWI – Warga  Dusun Sidowayah, Desa Jenggik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi gempar. Sumardi warga Dusun Ngarengan desa setempat ditemukan tewas di dasar sumur irigasi sawahnya. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ngawi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wib. Suyut, warga setempat, merasa curiga melihat sejumlah peralatan pertanian di sekitar sumur maut itu tergeletak berserakan. 

Awalnya, Suyud sekadar ingin menyapa Sumardi, pemilik sumur yang dikenal akrab oleh warga desa. Setelah menengok ke dasar sumur, Suyut justru dibuat kaget. Kawannya itu sudah dalam posisi tergeletak dengan posisi terlentang. 

‘’Karena saat dipanggil berulang kali korban diam saja, saksi selanjutnya berlari mencari pertolongan, ‘’ ungkap Kapolsek Kedunggalar, AKP Lilik Sulastri.

Selanjutnya warga mulai berdatangan untuk melihat kondisi Sumardi. Kejadian tersebut kemudian di laporkan ke Polsek Kedunggalar. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kejadian didampingi tim medis dari Puskemas Gemarang. 

Tanpa menunggu waktu, aparat Polsek Kedunggalar dibantu warga segera mengevakuasi jasad pria 60 tahun itu menggunakan tali. Setelah satu jam, jasad korban berhasil diangkat dari dasar sumur. 

‘’Proses evekuasi dibantu oleh warga sekitar, selama kurang lebih satu jam,‘’ tambahnya.

Dari pemeriksaan awal tim medis, diduga Suyadi tewas lantaran kehabisan oksigen. Pun keterangan yang didapat polisi dari Suyut dan pihak keluarga korban, Suyadi memliki riwayat penyakit paru-paru. 

‘’Sedangkan dari hasil visum kami juga tidak temukan tanda penganiayaan, ‘’ jelasnya.

Mantan Kapolsek Ngawi Kota itu menambahkan jika jasad korban tidak menjalani otopsi di RSUD dr Soeroto Ngawi, lantaran pihak keluarga menolak dilakukan pemeriksaan lanjutan. Mereka menganggap kejadian yang menimpa Suyadi murni musibah. 

Lilik menghimbau agar kegiatan perbaikan sumur seperti yang dilakukan Sumardi tidak sendirian. Melainkan melibat teman. 

‘’Apabila terjadi yang tidak diinginkan ada yang segera menolong. Sehingga tidak sampai berakibat fatal hingga kematian, ‘’ tegasnya. (odi/pra/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia