Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Kriminalitas

Bongkar Dugaan Pungli SK Pensiun Guru

Saber Pungli Sita Duit Rp 9 Juta, Belum Tetapkan Tersangka

Selasa, 16 May 2017 14:00

Bongkar Dugaan Pungli SK Pensiun Guru

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Madiun Kresna Herlambang ditemani Suwanto saat keluar dari ruang Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Madiun Kota, Senin (15/5). (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Pengelolaan SMA dan sederajat kembali menuai masalah. Baru-baru ini, tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Polres Madiun Kota membongkar praktik dugaan pungli surat keputusan (SK) kenaikan pangkat dan pensiun guru. 

Ini menjadi nokta merah pengelolaan dunia pendidikan, mengingat baru lima bulan diambil alih pemerintah provinsi (pemprov). 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, tim saber pungli ternyata sudah menemukan bukti awal. Itu berupa uang tunai sebesar Rp 9 juta berikut dokumen dan satu unit handphone yang disita dari hasil operasi tangkap tangan (OTT), Jumat lalu (12/5). 

Barang bukti ini ditemukan di salah satu laci meja pegawai Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jatim Wilayah Madiun. Lokasi kantor cabang dinas tersebut berada satu kompleks dengan gedung Bakorwil Madiun yang berada di Jalan Pahlawan. 

Saat melakukan OTT, tim dipimpin Kasat Reskrim AKP Logos Bintoro. Namun, dalam OTT tersebut tidak ada pegawai yang diamankan. 

‘’Iya, ada OTT,’’ kata AKP Logos Bintoro kepada awak media, Senin (15/5). 

Saat ditanya perkembangan penyelidikan, Logos memilih irit bicara. Mantan Kapolsek Wungu itu mengatakan jika kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan. OTT dilakukan setelah polisi mendapat laporan pada Selasa lalu (9/5). 

‘’Masih nunggu pemeriksaan cabang dinas pendidikan dulu. Nanti kami gelar,’’ ujarnya. 

Sementara itu, selang tiga hari pasca-OTT, penyidik unit Tipikor Polres Madiun Kota bergerak memanggil sejumlah saksi. Saksi yang dipanggil kemarin di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Madiun Kresna Herlambang. 

Dia datang ke Mapolres Madiun Kota sejak pukul 09.30 Wib ditemani Kasi Pendidikan Kurikulum SMA dan SMK Suwanto. Keduanya baru keluar ruangan unit Tipikor Sat Reskrim sekitar pukul 12.00 Wib.

Namun, Kresna yang biasanya mudah diwawancarai, berubah 180 derajat usai menjalani pemeriksaan saksi.  Pria yang rambutnya sudah memutih itu hanya melempar senyum ke awak media. 

‘’No comment kalau itu,’’ kilahnya. (her/ota/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia