Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Kriminalitas

Juragan Ayam Tiren Diringkus Polisi

Minggu, 14 May 2017 20:30

Juragan Ayam Tiren Diringkus Polisi

Tersangka penjual ayam tiren digelandang ke Satreskrim Polres Magetan (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

MAGETAN – Tidak semua daging ayam layak masuk perut. Jumat (12/5) malam polisi menggerebek gudang pengolahan dan penyimpanan ayam petelur yang sudah mati di Dusun Claket, Desa Bulugunung, Plaosan. 

Dalam penggerebekkan itu, sedikitnya 200 ekor ayam tiren alias mati kemarin ditemukan dalam gudang bekas kandang sapi tersebut. Baik yang masih belum diolah maupun sudah siap jual. 

Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan Didik Setyono alias Lilik, 28;  Sarbu, 67 (pemilik gudang), Sarmi, dan Pami. Malam itu juga Lilik yang merupakan anak Sarbu ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan tiga lainnya berstatus saksi. 

‘’Kasus ini masih kami dalami,’’ ujar Kasatreskrim Polres Magetan AKP Partono.

Partono mengungkapkan, praktik penjualan ayam tiren tersebut sudah berlangsung dua tahun terakhir. Lokasi produksinya tersembunyi di balik permukiman warga. Perlu melewati gang-gang sempit sejauh 15 meter untuk menjangkau tempat itu. 

Nah, sekitar dua pekan lalu pihaknya mendapatkan laporan adanya praktik jual beli ayam tiren. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Petugas melakukan pemantauan dan menggali informasi di sekitar lokasi. 

‘’Hasil pemantauan ternyata benar, ada aktivitas pengolahan ayam tiren di salah seorang rumah warga,’’ katanya. 

Akibat perbuatannya, Lilik dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 62 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman pidana penjara lima tahun dan pasal 135 UU 18/2012 tentang Pangan dengan ancaman dua tahun penjara. (cor/isd/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia