Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Pacitan

Hama Wereng Ancam Isi Dompet Petani Pacitan

Dua Hektare Tanaman Padi Gagal Panen

Minggu, 14 May 2017 20:00

Hama Wereng Ancam Isi Dompet Petani Pacitan

Petani Kabupaten Pacitan saat musim tanam beberapa waktu lalu (Dok/Radar Pacitan)

PACITAN - Hama memang menjadi musuh para petani. Upaya pencegahan serangan hama beberapa kali berkahir sia - sia. Seperti yang terjadi di Kabupaten Pacitan, hama wereng masih saja menyerang tanaman padi petani. 

Data yang dimiliki Dinas Pertanian (Disperta) pemkab setempat, dua hektare lahan sawah dilaporkan terserang haama wereng. Akibatnya, tanaman padi di sawah tersebut busuk total, alias gagal panen. 

‘’Awalnya, memang sempat ada ketakutan terhadap hama wereng. Pada akhirnya tetap jebol walaupun pengendalian sudah dilakukan,’’ ujar Kepala Disperta Pamuji, Sabtu (13/5).

Kejadian tersebut tetap menjadi perhatian Disperta setempat meski luasan lahan hanya sebagaian kecil dari total 12 ribu hektare lahan persawahan di Pacitan. Kendati tidak signifikan, namun gagal panen akibat hama wereng dikhawatirkan menyerang lahan lainnya. 

Namun, lokasi ditemukannya hama wereng ternyata tidak hanya ada di satu titik wilayah. Melainkan menyebar. 

‘’Jika sebuah lahan pertanian sudah terkena hama wereng, yang mampu diselamatkan hanya sebagian kecil tanaman padi. Itu karena penyebaran hama itu cenderung cepat,’’ jelasnya.

Pamuji mengatakan, sedikitnya 10 ton padi gagal panen akibat hama wereng. Jumlah ini dinilainya belum seberapa mengingat pertanian Pacitan sanggup memproduksi lebih dari seratus ribu ton dalam setahun. 

Pamuji mengklaim pengendalian terhadap hama wereng di wilayah kerjanya sebenarnya sudah cukup baik. Namun dalam beberapa temuan, kadang kala hama wereng bisa kebal terhadap obat-obatan. Jika sudah demikian, petaka bagi petani. 

Sebab, hama wereng mampu membunuh tanaman padi dengan cepat. Mulai dari batang dan akar, lalu merambah ke tangkai tanaman. Serangan menyeluruh itu menyebabkan tanaman mudah membusuk dan mati. 

‘’Ketika sudah terkena serangan akan cepat membusuk,’’ terang Pamuji.

Selain itu, Pamuji menambahkan jika upaya petani meminimalisir kerugian akibat hama terkendala faktor lain. Cuaca tak menentu disebut menjadi salah satu hambatan mempertahankan produksi padi. Khususnya lahan sawah jenis tadah hujan.  

‘’Produksi pertanian mereka (sawah tadah hujan) sudah sangat bergantung pada curah hujan. Jadi harus meninimalisir hambatan-hambatan seperti hama,’’ ujarnya. (naz/rif/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia