Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Life Style

Meraup Puluhan Juta dari Jacobin

Minggu, 14 May 2017 18:20

Meraup Puluhan Juta dari Jacobin

Merpati Jacobin memiliki bulu leher yang unik. (Agik Nurcahyo/Radar Ponorogo)

PONOROGO – Bagi penggemar burung merpati, tentu sudah tidak asing dengan jenis jacobin dan blondinet. Harganya bisa tembus belasan juta rupiah. Anakan saja, bisa Rp 6 juta. Keunikan bulu dan paruh kedua jenis merpati inilah yang membuat harganya selangit. 

‘’Kedua jenis ini bisa dikatakan yang termahal saat ini,’’ kata Indra Cahyono, penggemar burung merpati, Sabtu (13/5).

Bulunya yang unik menjadi kelebihan yang dimiliki jacobin. Ada tiga kriteria yang mendongkrak harganya. Yakni, bulu leher, bentuk tubuh, dan bulu kaki. 

Ketiga unsur itu wajib ada. Bulu leher burung columbidae - nama latin merpati - jenis ini seperti potongan rambut mohawk. Menjulang ke atas mulai dari leher. 

Biasanya hingga menutupi bagian kepala. Semakin lebat semakin menarik. Keunikan jenis ini jika bagian kepala tertutup bulu sepenuhnya. 

‘’Orang awam akan bingung jika pertama kali melihat burung ini. bingung mencari kepalanya,’’ ujarnya.

Keunikan lainnya adalah bentuk tubuhnya. Untuk mendongkrak harga, tubuh merpati jenis ini wajib meliuk seperti prosotan. Bentuk tubuh yang datar dinilai kurang . 

Pun, tubuh merpati bisa dibentuk. Caranya, burung tidak boleh sering berada di tempat datar. Ekornya harus menggantung. Itu berarti burung harus sering di tangkringan saat di kandang. Sedang, bulu kaki juga wajib panjang hingga bagian cakar. 

‘’Kalau ketiga unsur ini terpenuhi peluang memenangkan kontes cukup besar,’’ ujarnya sembari menyebut burung merpati juara kontes harganya bisa tembus Rp 20 juta.

Keunikan berbeda pada jenis blondinet. Jenis ini tidak memiliki bulu leher lebat. Nyaris sama dengan merpati kebanyakan. Namun, memiliki jambul kecil di bagian kepala. Bulu kakinya juga lebat seperti jenis jacobin. Sehingga, seperti mengenakan sepatu jika dilihat dari jauh. 

Ciri utama jenis ini terdapat pada paruhnya yang kecil dan pendek. Sekilas mirip kucing jenis hidung pesek. Merpati jenis ini dapat tembus hingga puluhan juta. 

‘’Harga di luar negeri bisa mencapai Rp 70 juta hingga Rp 100 juta. Utamanya yang pernah memenangi kontes,’’ ujarnya.

Perawatannya, memang tidak mudah. Burung harus cukup mendapat sinar matahari. Indra biasa menjemur burung merpatinya setiap pagi. Dia juga memberikan obat cacing. Sebab, merpati rentan terkena cacing. 

Apalagi jika merpatai impor. Kebanyakan lantaran pemberian vaksin. Kesulitan lain biasanya pada anakan yang rentan mati kendati berhasil menetas. Selain itu, induk terkadang juga tidak memberi makan anak-anaknya. Soal pakan, Indra biasa memberi jagung, kacang hijau, dan beras merah. 

‘’Penggemar burung merpati lebih sedikit dibanding peternaknya. Bahkan, kalau di Ponorogo mungkin baru saya,’’ pungkasnya sembari menyebut pernah memenangkan kontes burung merpati tingkat nasional di Bogor, Malang, dan Sidoarjo. (agi/sat/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia