Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Kota Madiun

Izin HO de Kost Kurang 23 Kamar

Jumat, 12 May 2017 14:00

Izin HO de Kost Kurang 23 Kamar

Petugas Satpol PP Kota Madiun saat merazia salah satu kamar de Kost Rabu lalu (10/5). (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Kena tuding usaha kamar sewaannya menabrak Perda 6/2007, manajer de Kost Yovi Prasetyo langsung bersikap. Dia mengklaim bahwa operasional de Kost di Jalan Bali sudah mengantongi izin komplet. 

Mulai izin gangguan (hinderordonnantie), izin mendirikan bangunan (IMB), hingga surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan tanda daftar perusahaan (TDP). Yovi mengaku tidak khawatir jika diminta memberi penjelasan tentang aktivitas rumah kos yang dikelolanya itu.  

‘’Saya siap memenuhi panggilan satpol PP,’’ tegasnya kepada Jawa Pos Radar Madiun, Kamis (11/5). 

Namun, dia buru-buru mengklarifikasi siap melengkapi izin jika memang ditemukan kekurangan persyaratan. Di antaranya, izin gangguan yang awalnya hanya berlaku untuk 12 kamar, ternyata kini berdiri 35 kamar di de Kost. 

Selain itu, penerapan sewa kamar harian atau mingguan yang terpaksa diberlakukan lantaran permintaan penghuni. 

‘’Biasanya kalangan profesional yang hanya beberapa hari tugas di Madiun. Hanya insidental, mereka pelanggan kami,’’ terang Yovi. 

Di lain pihak, Kasi Operasi Ketertiban dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Madiun Suwarno menandaskan tetap menelisik perizinan de Kost. 

Dia sempat menyebut larangan keras rumah kos memberlakukan sewa harian layaknya home stay, penginapan, losmen, dan hotel. Suwarno merujuk aturan main di Perda Nomor 6 Tahun 2007 tentang  Izin Usaha Rumah Kos atau Pemondokan. 

‘’Kami minta manajer de Kost datang sambil menunjukkan kelengkapan izin usahanya,’’ tandas Suwarno. 

Pemanggilan yang dijadwalkan berlangsung Jumat (12/5), imbuh dia, bersifat klarifikasi. Suwarno bakal mengejar pertanyaan seputar izin gangguan, IMB, maupun izin usaha. 

Sebab, saat merazia rumah kos berlantai tiga itu Rabu lalu (10/5), petugas gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI sempat dibuat geleng-gelang. Fasilitas yang disediakan tak kalah dengan hotel kelas bintang sekalipun.  

Puluhan kamar yang ada dilengkapi air conditioner (AC), kamar mandi dalam, pemanas air, wifi, dan TV kabel. Bahkan, ada satu kamar yang berada di lorong ternyata dihuni pasangan  berlainan jenis. 

‘’Kalau nanti ditemukan tingkat pelanggaran yang serius, bisa saja dicabut izin usahanya,’’ ungkap Suwarno.  (her/hw/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia