Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ngawi

Hari Libur Tutup, Pengunjung Museum Trinil Ngaplo

Jumat, 12 May 2017 13:00

Hari Libur Tutup, Pengunjung Museum Trinil Ngaplo

Pengunjung museum Trinil kecewa karena tutup saat hari libur perayaan Waisak, Kamis (11/5) (WS Hendro/Radar Ngawi)

NGAWI- Hari libur seharunya menjadi momen tempat wisata mengaet pengunjung sebanyak-banyaknya. Warga yang ingin berlibur saat tangal merah kerap menjadikan tempat wisata sebagai jujugan. 

Namun hal itu tidak berlaku di UPT Museum Trinil Ngawi, kendati Ngawi Visit Years 2017 sudah digembar-gemborkan jauh-jauh hari. Museum fosil manusia Jawa Pithecantropus Erectus disimpan itu tutup. Kondisi itu membuat pengunjung kecewa. 

‘’Jauh-jauh dari Surabaya, sampai Ngawi tutup. Jadi Ngawi visit years nggak ini?’’ tanya balik Pireno warga Surabaya, yang sengaja memboyong keluarganya berkunjung ke lokasi tersebut, Kamis (11/5)

Pireno menuturkan sengaja memboyong  keluarga besarnya berkunjung ke wisata sejarah yang ada di Ngawi itu. Tujuannya agar menambah pengetahuan anggota keluarga yang masih usia sekolah. 

Namun sebelum masuk dia dan anggota keluarganya  disambut tulisa ‘tutup’ di depan pintu masuk utama kendati jam sudah menunjukkan pukul 11.00.  

‘’Ya, hanya keliling dan berteduh disini padahal saya membawa 15 orang, dalam dua mobil,’’ sesalnya. 

Pireno mengatakan sengaja datang di hari libur, karena berdasar informasi yang diterimanya museum Trinil hanya tutup pada hari senin, sedangkan hari minggu dan tanggal merah lainnya tetap buka. 

Pemkab Ngawi kata dia  harus memiliki aturan tegas khususnya bagi pengelola tempat wisata yang dibawah naungan organisasi perangkat daerahnya. Sehingga ketika sewaktu-waktu ada pengunjung yang datang tidak kecewa. 

‘’Kalau sudah seperti ini apa yang mau di kunjungi, padahal saya baru pertama kali ke Ngawi lo,’’ terang warga asli Surabaya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ngawi di lokasi sekitar pukul 11.00, terdapat sekitar 40 pengunjung yang yang harus kecewa. Seluruh ruangan bangunan museum itu tertutup tanpa ada seorang petugaspun. Pengunjung akhirnya istirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan pulang.

Kondisi itu memantik reaksi keras Komisi III DPRD Ngawi. Yuwono Kartiko, Wakil Ketua Komisi III menilai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) tidak serius menerjemahkan sekaligus mengawangi Ngawi Visit Years 2017. 

Sebab, UPT Trinil berada dibawah kendali dinas  tersebut. Pariwisata menjadi salah satu menu yang dijual pemkab Ngawi dengan bingkai Visit Years. 

‘’ Ini menunjukkan jika OPD tidak satu suara dengan Ngawi Visit Years, meskipun OPD itu bertanggungjawab langsung terhadap pariwisata,’’ katanya.

King - sapaan akrab Yuwono Kartiko - menyayangkan kejadian tersebut, apalagi hal itu terjadi di saat pemkab getol gembar - gembor Ngawi Visit Year 2017. Salah satu tujuannya tentu mengenjot kunjungan wisatawan dengan mempromosikan potensi daerahnya. 

‘’Namun kejadian ini justru menunjukkan tidak ada sinkronisasi yang terjadi di tingkat eksekutor program,’’ tegasnya.

Kata dia, jika memang museum tersebut dikelola pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) harusnya ada koordinasi yang dilakukan Pemkab. Dia menyayangkan destinasi wisata yang harusnya panen di hari libur, potensinya justru terbuang sia-sia. 

‘’Harusnya tidak overconfident melaksanakan satu program secara parsial, harus holistik, dan komprehensif,’’ bebernya.  

Kabid Pariwisata Disparpora Ngawi Warsito mengatakan museum operasional museum trinil mulai pukul 07.00 hingga pukul 17.00, setiap hari selasa sampai minggu. Sedangkan setiap hari senin  tutup. Artinya hari Kamis (11/5) kemarin petugas UPT Museum Trinil bolos. 

‘’Harusnya tidak tutup. Besok (Hari ini, red) akan coba kami kumpulkan petugasnya untuk dikonfirmasi,’’ katanya.

Warsito mengatakan pihaknya sudah menyiapkan petugas tidak jauh dari pos jaga. Petugas di area komplek musem itu dikhususkan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan. Sedangkan petugas dari pemkab berjaga di luar komplek tersebut. 

‘’Kami siapkan petugas disana,’’ katanya 

Plt Kepala Disparpora Ngawi Yulianto Kusprasetyo mengungkapkan hal yang sama. Dia menuturkan, museum Trinil tidak akan tutup kecuali Senin. Bahkan, jika saat libur ada rombongan wisatawan yang sudah terjadwal berkunjung ke lokasi itu musem tetap buka. 

‘’Kami akan evaluasi itu,’’ tegas Yuli.(ian/pra/jprm) 

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia