Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ngawi

Mabes TNI AD Turun Gunung Urai Benang Kusut Serapan Gabah

Kamis, 11 May 2017 19:30

Mabes TNI AD Turun Gunung Urai Benang Kusut Serapan Gabah

Tim Sergap Mabes TNI melaksanaan rakord di Markas Kodim 0805 Ngawi (Istimewa for Radar Ngawi )

NGAWI - Kendala penyerapan gabah petani Kabupaten Ngawi menarik perhatian markas besar (mabes) TNI turun gunung. Para perwira menengah sengaja diterjunkan ke lapangan melakukan monitoring sekaligus mengurai kendala untuk memaksimalkan serapan gabah. 

Tim yang dipimpin Kolonel Kav Ahmad Riad, Ketua Tim Sergap Mabesad itu menyasar sejumlah gudang beras di bumi orek-orek. 

‘’Ada permasalahan di beberapa sektor yang menghambat penyerapan beras oleh Bulog, dan harus cepat diatasi,’’ kata Ketua Tim Sergap Mabesad, Kolonel Kav Ahmad Riad. 

Selama kunjungan ke Ngawi, Ahmad Riad didampingi Kolonel Inf Suyitno, anggota tim sergap Mabesad ke Kodim 0805/Ngawi. Keduanya diterima Komandan Kodim (Dandim) Letkol Inf M Triyandono, Pabandya Wanwil Kodam V/Brawijaya Mayor Inf Budi Yuwono di ruang data. 

Selain itu hadir pula Kepala Sub Divisi Regional (Subdivre) Madiun Agus Supriyanto, serta sejumlah pejabat Dinas Pertanian (Disperta) Ngawi. Dalam pertemuan tersebut, Ahmad mengungkapkan sejumlah permasalahan yang memperlambat penyerapan beras oleh bulog. 

‘’Termasuk masih ada petani yang mengantarkan ke gudang bulog, tentu ini membutuhkan biaya transportasi karena tidak semua jarak dengan gudang dekat. Kondisi itu berpengaruh terhadap serapan,’’ katanya.

Untuk mengatasi hal itu sekaligus mengenjot serapan gabah petani (sergap), TNI sudah menyiapkan jurus. Salah satunya akan membentuk koperasi di pos-pos tertentu untuk mengatasi masalah ini. 

‘’Koperasi dibentuk oleh bulog, digunakan Babinsa untuk mempercepat pembelian gabah dari petani,’’ paparnya. 

Tim dari Mabes TNI lantas meninjau tiga gudang beras mitra bulog di Ngawi untuk melihat potensi serapan. Gudang pertama yang dikunjungi yakni CV Murah Rejeki di Dusun Bolodua, Desa Sambiroto, Padas. 

Tim langsung mendatangi penggilingan padi di lokasi itu dan memeriksa kualitas gabah dan beras dalam gudang. Pemeriksaan dilakukan langsung bulog dan disaksikan tim dari Sergap Mabesad. 

Kadar air kadar air, hampa, dan harga masih menjadi fokusnya. Bulog pun langsung membeli 10 ton Gabah Kering Giling (GKG) jenis IR 64 di gudang tersebut setelah melakukan pengecekan kualitas. 

‘’Kondisi gabah dan beras petani masih standar, walaupun ada sebagian yang kurang baik karena kendala cuaca sehingga mempengaruhi kualitas,’’ paparnya. 

Hal yang sama dilakukan petugas di dua tempat lain yakni gudang UD Rina, di Desa Brangol, Karangjati. Lagi-lagi Bulog langsung menyerap gabah dipenggilingan sebanyak 16 ton dengan harga Rp 4.650 per kilogram.

Komandan kodim 0805 Ngawi Letkol Inf M Triyandono mengatakan, minggu pertama bulan Mei ini serapan di Ngawi sudah mencapai sekitar 30.498 ton gabah, dan 15.515 ton beras. Secara umum, kata dia, kondisi stok beras di wilayah Bulog Subdivre Madiun masih aman. 
‘’Stoknya masih cukup untuk 14 bulan kedepan,’’ tegasnya. 
Kepala Sub Divisi Regional (Subdivre) Madiun Agus Supriyanto mengatakan hasil pemeriksaan gabah kering giling (GKG) didapati rata-rata kadar air beras sekitar 14 persen, dan kadar hampa 13 persen. 

GKG tersebut selanjutnya dibeli dengan harga Rp 4.600 per kilogram. Sedangkan untuk Gabah kering simpan harganya lebih rendah yakni Rp 4.150 per kilogram. Pantauan wartawan koran ini, harga beras di pasaran juga masih stabil. 

Untuk kualitas rendah dikisaran Rp 8 ribu hingga Rp 8.500 per kilogram. Sedangkan kualitas medium antara Rp 8.500 hingga Rp 9 ribu. Selanjutnya harga beras premium antara Rp 9 ribu hingga Rp 9.400 per kilonya. 

‘’Karena kualitasnya masih relatif standar bulog harus membelinya,’’ tegas Agus.

Agus mengatakan meski stok melimpah dia berharap harga beras di pasaran tetap stabil. Sebab, tren yang terjadi menjelang ramadan harga bahan pokok naik. Pun pihaknya juga belum berancang-ancang melakukan operasi pasar. 

‘’Mudah-mudahan harganya bisa tetap stabil, karena ketersediaan stok beras masih melimpah,’’ pungkasnya. (ian/pra/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia