Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ponorogo

Dua Jembatan Nyaris Ambrol dalam Sehari

Di Munggu Bungkal dan Paju Ponorogo

Minggu, 05 Feb 2017 19:58

Dua Jembatan Nyaris Ambrol dalam Sehari

Talut sungai di Kelurahan Paju, Ponorogo yang ambrol (R Bagus Rahadi/Radar Ponorogo)

PONOROGO – Sebanyak 125 kepala keluarga (KK)  di RT 6 dan 7 Dusun Sumberejo, Desa Munggu, Bungkal, terancam terisolir. Sebab, jembatan penghubung menuju pusat desa setempat ambrol separo.

Itu setelah pijakan pondasi longsor tergerus hujan, Kamis (2/2) sore lalu. Alhasil akses transportasi warga pun terganggu.

‘’Kami terpaksa menutup jembatan demi keselamatan,’’ kata Kepala Dusun Sumberejo Misno, Jumat (3/2).

Misno mengungkapkan jika hujan turun cukup deras dengan durasi lama. Namun, warga tidak mengira jika menyebabkan jembatan akan ambrol. Maklum, jembatan itu baru dibangun sekitar tahun 2009 lalu.

‘’Fungsi jembatan ini cukup penting bagi warga kami,’’ terangnya.

Akibatnya, aktivitas warga dusun setempat terganggu. Murid-murid SDN 02 Munggu yang jaraknya hanya sekitar seratusan meter dari jembatan itu harus memutar sekitar dua kilometer.

‘’Warga yang ingin menjual hasil panennya harus memutar lebih jauh,’’ terangnya.

Jembatan sepanjang delapan meter, lebar tiga meter dan tinggi 12 meter itu juga merupakan akses menuju wisata air terjun Totogan.

Mengingat keberadaan jembatan begitu penting, Misno berharap pemerintah segera memperbaikinya.

‘’Kami juga sudah laporkan kejadian ini ke desa,’’ ungkapnya.

Sementara di wilayah Kecamatan Ponorogo, hujan deras sejak Rabu (1/2) siang lalu mengakibatkan debit air di sungai Paju meningkat.

Akibatnya, talut di dekat jembatan Nggeger, Kelurahan Paju, ambrol pada Kamis (2/2) malam. Diduga tidak kuat menahan derasnya aliran sungai.

‘’Belum sempat banjir, tapi airnya cukup tinggi,’’ kata Lurah Paju Bambang Nurcahyo Aji.

Bambang mengungkapkan ambrolnya talut tersebut juga memakan hampir separo badan jalan. Bambang cemas jika merembet sehingga jembatan Nggeger ikut ambrol.

‘’Kami bersama warga sengaja memotong besi yang mengaitkan talut dengan jembatan agar tidak ikut ambrol,’’ terang Bambang.

Demi keselamatan, pihaknya sengaja menutup jembatan tersebut. Sehingga, warga yang ingin menuju Ponorogo kota harus menempuh jalur alternatif sejauh tiga kilometer.

Bambang juga menyebut, kerugian materi akibat ambrolnya talut itu ditaksir mencapai Rp 250 juta.  Saat ini, pihaknya sudah mengajukan bantuan ke pemkab setempat untuk membangun kembali. (tif/sat/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia