Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadiun
Kriminalitas

Polisi Bekuk Pelaku Pemalsuan SIM asal Ponorogo

Cetak SIM di Persewaan Komputer

Selasa, 31 Jan 2017 20:50

Polisi Bekuk Pelaku Pemalsuan SIM asal Ponorogo

Mustakim berikut SIM palsu buatannya (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Razia lalu lintas yang dilakukan Polres Madiun berhasil membongkar tindak pidana pemalsuan.  Mustakim, warga Desa Campursari, Sambit, Kabupaten Ponorogo dibekuk lantaran diduga membuat surat izin mengemudi (SIM) palsu. 

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Hanif Fatih Wicaksono membenarkan penangkapan pembuat SIM palsu itu berawal dari razia Satlantas Polres Madiun di Kecamatan Geger, Rabu lalu (19/1). 

Saat itu, petugas memberhentikan Ahmad Rosyid, 27, warga Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Petugas mengendus ketidakberesan saat pengguna jalan itu menunjukkan kelengkapan surat berkendaranya. 

‘’Petugas melihat ada yang janggal dengan SIM yang ditunjukkan pengendara motor itu,’’ jelasnya.

Spontan, petugas langsung mengamankan pengguna jalan itu ke Mapolres Madiun. Rosyid mengaku mendapatkan SIM abal-abal itu dari Mustakim. 

Dia menebusnya seharga Rp 250 ribu tanpa harus melewati tes resmi kepolisian dan lampiran fotokopi KTP. 

‘’Mustakim memang dikenal sebagai calo SIM. Sepak terjangnya dalam menguruskan SIM tanpa melalui tes sudah diakui warga Kabupaten Ponorogo,’’ urainya.

Bergerak lama sebagai calo SIM membuat lelaki 47 tahun itu tidak kesulitan saat membuat SIM tiruannya. Selain memalsu material bahan dasarnya, Mustakim otomatis ikut merekayasa tanda tangan kapolres setempat. 

‘’Pelaku sudah paham betul perihal pembuatan SIM,’’ tegasnya.

Sebagai pelaku biro jasa pengurusan SIM, Mustakim membuat sendiri SIM yang dipesan pelanggannya. Mustakim nekat mencetak sendiri SIM abal-abal itu di rental komputer.  Begitu selesai dicetak, SIM abal-abal itu langsung dilaminating. 

‘’Jelas berbeda dengan aslinya. Selain bahan dasarnya berbeda, juga tidak dilengkapi hologram seperti SIM asli,’’ paparnya.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku baru mencetak dua keping SIM abal-abal. Meskipun ia juga mengaku menerima pesanan pembuatan seluruh jenis dan golongan SIM. 

Mulai A, C, hingga SIM B1 maupun B2. Atas perbuatannya itu, Mustakim disangkakan Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang Pemalsuan Surat dengan ancaman maksimal enam tahun penjara. 

‘’Masyarakat jangan tergiur dengan iming-iming calo pembuatan SIM. Sebab, prosedur pembuatan dan perpanjangan SIM secara resmi tidaklah sulit,’’ pungkasnya. (mg6/fin)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia