Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadiun
Caruban

Jembatan Dimong Lumpuh Separo

Perbaikan Dijanjikan Tahun Ini

Selasa, 31 Jan 2017 19:50

Jembatan Dimong Lumpuh Separo

Fondasi jembatan penghubung Ngadirejo-Dimong ambrol membuat fungsi sarana transportasi warga itu tidak maksimal (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Ruas jembatan Dimong lumpuh separo. Infrastruktur yang menjadi penghubung antara Desa Dimong, Kecamatan Madiun, dengan Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri itu tak berfungsi normal dan harus ditutup sebagian. 

Penutupan terpaksa dilakukan setelah fondasi jembatan ambrol tergerus derasnya arus sungai saat meluap beberapa waktu lalu. Kini, warga pun harus ekstra hati-hati saat melintas. 

Maklum, ruas badan jembatan yang bisa dilintasi kini tersisa tiga meter saja. Praktis, kini hanya kendaraan roda dua saja yang dapat melintas. 

Langkah pengamanan darurat dengan garis pengaman dan peletakan drum telah dilakukan. Tepat di zona terlarang itu juga telah ditulis ‘’Dilarang Melintas Jembatan’’. 

‘’Melintasi jembatan itu sebenarnya berbahaya sekali. Tetapi mau bagaimana lagi,’’ keluh Agus Suwardi.

Pengguna jalan asal Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, itu mengaku tak punya alternatif jalan lain. Sebab, ruas jalan Dimong-Ngadirejo banyak dilintasi pengguna jalan. 

Saat jam sekolah maupun kerja, ruas jalan penghubung Mejayan-Kota Madiun tak pernah sepi. Termasuk dirinya yang setiap hari harus pulang pergi dari rumah ke Kota Madiun. 

‘’Jalan ini menjadi akses roda perekonomian masyarakat,’’ papar pekerja salah satu perusahaan asuransi di Kota Madiun itu.

Agus memilih melintasi ruas jalan Ngadirejo–Dimong lantaran relatif lebih aman daripada ruas Jalan Raya Madiun-Surabaya. Pengguna jalan dituntut harus ekstra hati-hati lantaran kerap berpapasan dengan bus yang ugal-ugalan. 

Agus berharap fondasi penopang Jembatan Ngadirejo lekas diperbaiki. Sebab, keberadaan jembatan itu dipandang begitu vital. 

Kendati masih dapat dilintasi sepeda motor, namun dirinya masih merasa waswas. Terlebih, intensitas hujan yang masih tinggi dikhawatirkan kian menggerus sisa-sisa fondasi yang ada. 

‘’Jika dibiarkan lebih lama lagi, takutnya bukan hanya fondasi yang ambrol, namun jembatannya sekalian,’’ tegasnya. (mg6/fin)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia