Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Magetan

Dua Hari Bencana Satroni Magetan

Rumah, Warung Sate, dan Kandang Rusak

Senin, 30 Jan 2017 20:43

Dua Hari Bencana Satroni Magetan

Pohon Eukaliptus ambruk menimpa warung sate kelinci di Sarangan. (Andi Chorniawan/Jawa Pos Radar Lawu)

MAGETAN – Alam semakin tidak ramah. Dua hari terakhir, puting beliung, angin kencang, dan longsor melanda Magetan. Meski tidak ada korban jiwa dalam rentetan insiden kejadian alam itu, namun sedikitnya tiga rumah dan sebuah warung rusak. 

Ketiga rumah itu berada di Desa Dukuh Kecamatan Lembeyan. Bagian atap rumah milik Siswo, Kadimin, dan Adi Sumarni beterbangan tersapu puting beliung. 

Sedangkan di kawasan Telaga Sarangan, sebuah pohon eukaliptus roboh menimpa warung sate kelinci milik Wardi. Sementara, di jalur kawasan Telaga Sarangan, tepatnya di Dusun Ngerong, Desa Dadi, angin kencang merobohkan pohon bambu hingga menutup separo badan jalan.

‘’Kami langsung menerjunkan petugas ke lokasi. Mereka dibantu warga setempat memotongi dan mengevakuasi pohon bambu tersebut agar arus lalu lintas kembali normal,’’ tutur Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Ferry Yoga Saputra.

Ferry mengatakan, bencana alam juga terjadi Sabtu pagi (28/1). Longsor memporakporandakan atap bangunan kandang milik Raji di Desa Gonggang, Poncol. Sebelum longsor terjadi, kata dia, desa setempat diguyur hujan sejak Jumat sore (27/1) hingga Sabtu dini hari. 

‘’Hujan selama sembilan jam itu menyebabkan tebing di belakang rumah korban longsor,’’ ujarnya.

Kepala RPH Sarangan KPH Lawu Ds Kholil mengungkapkan, robohnya pohon eukaliptus di kawasan Sarangan terjadi sekitar pukul 14.30. Saat itu sedang turun hujan deras disertai angin kencang. 

Tiba-tiba pohon setinggi sekitar 15 meter dan berdiameter 80 sentimeter di sisi selatan telaga roboh menimpa warung sate kelinci milik Wardi. Atap warung langsung ambruk separo karena tertimpuk batang pohon. Sedangkan pohon yang roboh melintang menutup jalan. 

‘’Untungnya, saat kejadian warung dalam keadaan kosong,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Magetan. 

Kholil menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah meminta Warji agar tidak membuka warungnya. Pasalnya, sejak Sabtu intensitas hujan yang mengguyur lereng Gunung Lawu sangat tinggi dan disertai angin kencang. 

‘’Demi keselamatan karena cuaca ekstrem ini kami imbau tidak buka dulu,’’ jelasnya. 

Sementara itu, Kepala UPTD Telaga Sarangan Kuswinardi mengimbau kepada para wisatawan agar menjauh dari pohon besar saat menikmati pemandangan telaga maupun berteduh ketika hujan. P

un pihaknya akan berkoordinasi dengan KPH Lawu Ds, BPBD, dan DPU BMCK untuk memotong dahan-dahan pohon yang terlalu melengkung ke badan jalan. 

‘’Jaga-jaga biar tidak ada yang patah mencelakai warga,’’ katanya. (mg3/isd/jprm) 

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia