Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Kriminalitas

Polisi Taklukkan Raja Jambret

Selasa, 22 Nov 2016 21:07

Polisi Taklukkan Raja Jambret

Pelarian raja jambret Kota Madiun dihentikan polisi (WS Hendro/Radar Madiun)

MADIUN – Sepak terjang Yugos Mega Anggriawan sebagai raja jambret berakhir di jeruji besi. Aksi jalanan lelaki 25 tahun ini sangat meresahkan warga Madiun dan sekitarnya.

Namun sepanda-pandai tupai melompat, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Maospati, Magetan, itu akhirnya jatuh juga. 

Pengangguran itu menyerah di kawasan Jalan Desa Bibrik, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, saat Tim Buser Satreskrim Polres Madiun meringkusnya sekitar pukul 10.00, Sabtu (19/11) lalu.

‘’Pengakuannya sudah beraksi di 10 tempat kejadian perkara atau TKP,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, Senin (21/11).

Yugos disergap setelah polisi menerima laporan warga sekitar tiga pekan sebelumnya. Korban melapor dijambret seorang pria tambun yang mengendarai sepeda motor Honda Beat merah AE 6468 RN.

‘’Berbekal ciri-ciri dan lokasi yang ditunjuk korban, tim buser menyanggong di lokasi yang dimaksud,’’ ungkapnya.

Yugos sempat berusaha kabur dan melawan petugas saat disergap. Seorang petugas terluka di bagian perut karena adu fisik dengan pelaku. Namun, warga setempat datang membantu petugas menangkap Yugos.

‘’Pelaku kemudian diamankan,’’ imbuh Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Masykur.

Yugos mengaku sudah mejambret 10 lokasi dalam empat bulan terakhir. Modusnya, menguntit calon korban hingga di tempat yang sepi. Kemudian memepet motor dan merampas barang berharga korbannya.

‘’Ada kalung emas, tas, dompet, handphone dan barang-barang berharga lainnya,’’ jelasnya.

Korbannya, rata-rata perempuan dewasa maupun remaja. Bahkan, ada korban yang terjatuh dari motornya akibat ulah ngawur Yugos.

‘’Sudah ada tiga yang melapor. Ada yang dari Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun dan juga Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun,’’ terangnya.

Atas perbuatannya, Yugos dijerat pasal 365 jo pasal 65 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang dilakukan secara berlanjut dan terancam ancaman hukuman pidana maksimal sembilan tahun penjara. (rgl/sat/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia