Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadiun
Caruban

Kerap Mengamuk saat Difoto

Minggu, 13 Nov 2016 18:23

Kerap Mengamuk saat Difoto

Perekaman data e-KTP warga dengan gangguan jiwa oleh petugas Dispendukcapil Kabupaten Madiun (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

JawaPosRadarMadiun.com - Validasi data penduduk terus diupayakan pemerintah kabupaten (Pemkab) Madiun. Warga dengan gangguan jiwa di kabupaten setempat tak luput dari pendataan. 

Kasi KK KTP Dispendukcapil Kabupaten Madiun Eka Kurniawan mengatakan, perekaman door to door sengaja dilakukan guna menyasar warga dengan gangguan jiwa. Bagaimanapun, warga harus tetap ber e-KTP agar bisa mendapatkan akses asuransi pengobatan. 

‘’Agar mereka tidak semakin terpinggirkan dan mendapatkan hak dan pelayanan yang sama dengan warga normal lainnya,’’ terangnya.

Diakui Eka, merekam data warga dengan gangguan jiwa haruslah ekstra sabar. Sebab, mereka selalu menolak di foto. Tak jarang dari mereka justru mengamuk. 

Memang kerap terjadi perbedaan data antara perekaman warga yang mengalami gangguan jiwa dengan warga normal. Sebab, tidak semua data milik mereka bisa direkam. Petugas terkadang meniadakan perekaman iris mata. 

‘’Data yang kami kirim ke pusat tentunya disertai keterangan bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Jadi tetap bia dicetak e-KTP nya,’’ imbuhnya.

Sesuai target sasarannya, Dispendukcapil juga menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun dalam perekamannya. Sebab, Dinkes-lah yang mempunyai data valid seputar warga dengan gangguan jiwa. 

Setidaknya terdapat 250 warga yang telah diajukan Dinkes Kabupaten Madiun. Dari pengajuan itu, Dispendukcapil baru berhasil merekam 75 warga saja. 

‘’Untuk pengiriman data ke server pusat, kami menunggu hingga semua warga (gangguan jiwa, Red) selesai terekam,’’ pungkasnya. (mg6/fin/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia