Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Peristiwa

Angkut 29 Ton Ampo, Truk Fuso Terguling di Tanjakan

Jumat, 04 Nov 2016 14:05

Angkut 29 Ton Ampo, Truk Fuso Terguling di Tanjakan

Bodi truk fuso terbalik di pinggir Jalan Raya Pacitan-Solo jadi objek tontonan warga (Muhamad Budi/Radar Pacitan)

JawaPosRadarMadiun.com – Jalan raya Pacitan - Solo di Desa Belah Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan jadi momok kebanyakan supir truk.  Medan jalan berkelok dan turun naik menuntut pengemudi memiliki kepiawaian lebih selain tentunya sikap hati - hati. 

Jika tidak maka bakal mengalami peristiwa sama dengan truk fuso pengangkut ampo yang terguling di tanjakan di jalur tersebut pada Kamis (3/11) dini hari. Meski tidak ada korban jiwa, supir truk masih syok dan menderita luka lecet.

Menurut Wawan warga setempat, peristiwa kecelakaan berawal saat truk yang hendak menuju Solo, Jawa Tengah dari Punung itu melintas di tanjakan Dusun Lemahbang. Setiba di lokasi kejadian, tiba-tiba mesin truk mati. 

‘’Mungkin supir telat oper persneling saat melintasi tanjakan,’’ terangnya. 

Wawan mengatakan, saat truk mati mesin di tanjakan tersebut, sopirnya kaget dan tidak bisa menguasai mobilnya. Akibatnya truk meluncur mundur. Sebelumnya bagian belakang truk sempat menabrak sebuah pohon hingga kemudian terbalik di pinggir jalan. 

‘’Beruntung saat truk meluncur mundur dari arah bawah tidak ada kendaraan lain sehingga tidak terjadi kecelakaan karambol,’’ tuturnya. 

Menurut dia, kejadian kendaraan terguling di tanjakan Lemabbang bukan sekali itu saja terjadi. Karena memang tanjakannya cukup curam. Kalau pengemudinya belum paham betul di tanjakan ini, maka rawan alami celaka. 

"Jika yang sudah paham dengan kondisi jalan biasanya sejak dari bawah persneling sudah masuk di gigi satu,’’ jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Pacitan, hingga siang kemarin truk masih belum dievakuasi. Bodi truk yang miring tersebut tersebut menjadi objek tontonan warga setempat. 

Kapolsek Donorojo AKP Sukisman menuturkan, truk fuso nopol BT 9227 AT itu dikemudikan oleh Daryono dan dikeneki Suharto asal Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. Truk tersebut bermuatan sekitar 29 ton tanah ampo yang hendak dikirim ke Solo. 

‘’Dari hasil penyelidikan sementara, diduga penyebab kecelakaan karena truk tersebut tak kuat menanjak karena overtonase hingga akhirnya terbalik di pinggir Jalan Raya Pacitan-Solo,’’ jelasnya. (her/yup/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia