Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Hukum

Suami Dibui, Istri Mencuri

Rabu, 26 Oct 2016 19:50

Suami Dibui, Istri Mencuri

Terdakwa Titik Ernawati menyimak penjelasan majelis hakim di PN Kota Madiun (Umi Sholikah/Radar Madiun)

JawaPosRadarMadiun – Terbelit hutang dan tekanan kebutuhan hidup sehari-hari memaksa Titik Ernawati gelap mata. Ibu rumah tangga (IRT) itu nekad mencuri ratusan gram perhiasan emas di toko majikannya. 

‘’Saya bertugas di bagian penghitungan stok kalung, saat sepi saya masukkan beberapa kalung ke tas,’’ akunya di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun, Selasa (25/10).

Selama satu tahun, karyawati salah satu toko emas di Jalan Kutai Kota Madiun itu melakukan aksinya berulang kali sejak Agustus 2015 hingga Juli 2016. Titik bekerja di toko tersebut sejak 2009 silam. 

Titik jadi tulang punggung keluarga sendirian setelah suaminya dipidana tahun lalu. Setiap bulan, juga harus mengangsur kredit motor. 

Minggu pertama Agustus 2015, Titik mencuri dua item kalung emas. Keesokan harinya perhiasan emas itu dijual kepada temannya atau pembeli emas eceran tidak jauh dari toko tempat dia bekerja. 

‘’Ada yang ke ibu Sam, Marinah, Sikem dan Santi,’’ ungkap warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini.

Aksi panjang tangan itu terus berlanjut hingga total mencapai 172 item. Terdiri dari 139 item kalung, 26 item cincin pria dan tujuh item cincin perempuan. Beratnya beragam, mulai 2,5 enam gram. Nominalnya mencapai Rp 400 juta. 

‘’Ada yang saya jual dan ada juga yang saya pakai membayar utang,’’ ujarnya.

Kepada majelis hakim yang diketuai Ni Kadek Kusuma Wardani, Titik mengaku paling banyak bertransaksi dengan Santi. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga untuk membeli perhiasan emas di toko tempatnya bekerja. 

Sikem, salah seorang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Didik Ibayanta, mengaku diberi upah Titik Rp 50 ribu setiap kali menjualkan perhiasan emas hasil curian Titik. 

Sikem mengaku 10 kali disuruh Titik. Dia tidak curiga jika barang-barang itu curian karena sering melihat Titik memakai perhiasan emas. 

‘’Emas yang dijual tidak pernah ada suratnya,’’ bebernya.

Atas perbuatannya JPU menjerat Titik dengan pasal 374 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP tentang penggelapan dalam hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu. Dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (rgl/sat/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia