Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ngawi

Jalan Desa Rusak, Truk Tambang Dilarang Masuk Ngawi

Senin, 17 Oct 2016 15:41

Jalan Desa Rusak, Truk Tambang Dilarang Masuk Ngawi

Salah satu ruas jalan yang rusak parah (Asta Yanuar/Jawa Pos Radar Lawu)

JawaPosRadarMadiun.com - Kerusakan jalan akibat beroperasinya truk melebihi tonase membuat Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono gemas. Orang nomor satu di Bumi Orek - orek ini pun mengeluarkan larangan keras. 

Truk pengangkut material tambang dari luar provinsi melintas di wilayah Desa Selopuro, Kecamatan Pitu  Kabupaten Ngawi jadi prioritas. Ini terkait dengan rusaknya jalan kabupaten di sepanjang desa itu akibat truk muatan tambang yang melebihi tonase. 

‘’Persoalannya bukan cuma masalah rusak atau tidaknya jalan yang dilewati, tapi juga tidak ada izin dari pimpinan (Bupati, Red) terhadap aktivitas itu,’’ tegas Kepala Dishubkominfo Ngawi Bambang Lestari Widodo, Minggu (16/10).

Sekadar diketahui, truk pengangkut tambang tanah uruk dari Desa Megeri, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jateng melintasi Desa Selopuro. Akibat aktivitas tersebut, jalan di desa itu rusak parah. 

Ironisnya, saat pemerintah daerah getol melarang produk tambang dari luar daerah masuk wilayah Ngawi, Pemdes Selopuro justru bersikap sebaliknya. Pihak pemerintah desa malah memberikan izin bagi truk pengangkut material tanah uruk untuk melintas. 

‘’Tidak sesuai dengan kebijakan lokal Ngawi yang melarang pemasok tambang dari provinsi lain,’’ jelasnya. 

Atas kebijakan bupati itu, pihak Dishubkominfo bakal menertibkan sopir truk pengangkut material tanah uruk dari Desa Megeri. Pihaknya pun tidak mempersoalkan dalih pemilik tambang yang mengaku telah mengantongi izin eksplorasi dari pemerintah daerah setempat. 

‘’Terlepas sudah ada pengajuan izin atau belum ke pemkab, kami menjalankan perintah atasan saja,’’ cetusnya. 

Untuk penertiban itu, Dishubkominfo melakukan koordinasi lintas instansi. Tak hanya dari kepolisian, Bambang juga mengajak Satpol PP. Meskipun kewenangan aparatur penegak peraturan daerah (Perda) itu terbatas. 

Dia mengaku jika penertiban sudah dilakukan sejak lama. Namun, pihak pengelola tambang dan sopir angkutan tetap membandel. Apalagi dalih yang mereka lontarkan lantaran sudah mendapatkan izin melintas yang dikeluarkan Kades Selopuro. 

‘’Kami sudah lakukan penertiban, tapi di sisi lain kades setempat juga membolehkan,’’ ungkapnya. 

Dia menegaskan, bagi sopir kendaraan angkutan tambang luar Jatim yang masih nekad melintas jalan kabupaten bakal ditindak sesuai autran yang berlaku. Tindakan tilang diberlakukan pada buku uji kendaraan jika masuk Dishubkominfo Ngawi. 

Kemudian, jika dimensi bak berlebihan ditindak tilang. Apabila kelengkapan kendaraan tidak dapat ditunjukkan bakal berurusan dengan polisi. 

‘’Kalau semuanya melanggar, kami tahan kendaraan sebagai barang bukti (BB, Red),’’ pungkasnya. (ian/aan/jprm) 

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia