Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ngawi

Semprit Dump Truck Tambang dari Blora

Jumat, 07 Oct 2016 22:24

Semprit Dump Truck Tambang dari Blora

Polisi amankan dump truk yang disinyalir merupakan barang bukti perkara tambang ilegal (Asta Yanuar/Jawa Pos Radar Lawu)

JawaPosRadarMadiun.com - Kenyamanan warga Desa Selopuro Kecamatan Pitu, Ngawi terusik. Hilir mudik dump truck pengangkut material tambang dari wilayah Blora, Jawa Tengah yang jumlahnya semakin meningkat jadi penyebabnya. 

Namun kegelisahan warga desa tersebut mendapat jawaban dari pihak berwenang. Kamis  (6/10), petugas kepolisian mulai berani ambil tindakan. 

‘’Sesuai ketentuan memang jalurnya tidak melewati Selopuro,’’ ujar Kapolsek Pitu Iptu Subandi kepada Jawa Pos Radar Lawu.

Kata dia, hanya dua dump truck yang berhasil ditertibkan. Yakni nopol AG 9492 UH dan M 8555 UH. Sedangkan kendaraan lain diduga mendadak berhenti tidak berani masuk wilayah hukum Polres Ngawi. 

Polisi yang melakukan tindakan penertiban dibuat geleng-geleng kepala saat mendapati satu dump truck diduga merupakan barang bukti (BB) kasus tambang ilegal. Proses hukumnya tambang ilegal di Kedunggalar itu masih berjalan. 

‘’Kami masih cari tahu, kenapa kendaraan yang statusnya BB itu bisa berkeliaran,’’ ujar Subandi.

Diketahuinya status kendaraan tersebut, bermula dari interogasi yang dilakukan petugas kepolisian pada sopir dump truck. Dari situ diketahui, salah satu unit kendaraan ternyata merupakan BB perkara tambang ilegal yang pernah diamankan petugas. 

Kendaraan pengangkut hasil tambang ilegal itu disopiri Hariyanto warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar. 

Selanjutnya, kendaraan itu disita petugas sampai proses sidang perkara tambang ilegal yang menyeret Suparni, perangkat Desa Jenggrik, Kedunggalar, Ngawi ke meja hijau selesai. 

Kendaraan itu pernah diamankan dalam penertiban tambang ilegal yang dilakukan petugas pada 29 April 2016 lalu. 

‘’Kami amankan itu sebagai BB perkara tambang ilegal di Kedunggalar, sampai proses sidang perkara itu selesai,’’ jelas Subandi.

Selain tindakan penertiban, polisi bakal tetap melakukan patroli di sekitar desa Selopuro, Pitu untuk memastikan tidak adanya pelanggaran yang masih dilakukan. 

Dari catatan Subandi, pelanggaran yang dilakukan dua sopir dump truck pengangkut tambang itu tak memiliki izin resmi mengangkut hasil produksi tambang. 

‘’Yang jelas administrasi perizinannya tidak lengkap, artinya melanggar,’’ jelasnya. 

Dia mengungkapkan, laporan tentang nekatnya armada angkutan tambang lintas provinsi itu baru diterima kepolisian pada Selasa (6/10). Petugas langsung melakukan pengecekan ke jalur sekitar yang dilintasi kendaraan tersebut. 

Setelah memastikan adanya aktivitas itu. Polisi diam-diam menjadwalkan penindakan. Petugas langsung menghadang kendaraan over tonase yang masih nekat melintas di jalan kabupaten itu. 

‘’Kami menindak dua kendaraan, langsung diamankan ke Pos Polisi Banyakan,’’ pungkasnya. (ian/ota/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia