Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ngawi

Terpaksa Gendong "Ronaldo"

Jumat, 07 Oct 2016 21:58

Terpaksa Gendong "Ronaldo"

"Cristiano Ronaldo" dibawa ke rekanan untuk diperbaiki. (Asta Yanuar/Jawa Pos Radar Lawu)

JawaPosRadarMadiun.com - Baru sebelas bulan dipasang di Alun-Alun Merdeka, Ngawi patung Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sudah rusak parah. Kedua patung itu jadi korban vandalisme pengunjung yang mengakibatkan tangan dan kakinya putus. 

‘’Ada dua patung yang diangkut,’’ ujar Kepala Disparyapura Ngawi Anwar Rifai, Kamis  (6/10). 

Dia mengungkapkan diangkutnya patung itu bukan untuk dibuang ke tempat sampah. Meskipun pengangkutan patung tersebut menggunakan truk sampah. Kedua patung itu dibawa ke salah satu rekanan untuk diperbaiki konstruksinya. 

Tujuannya jelas, agar kedua patung pesohor sepak bola dunia itu memiliki tangan dan kaki untuk dipajang lagi ke tempatnya semula. Dia mengungkapkan jika kerusakan patung akibat konstruksinya yang rapuh lantaran tak menggunakan rangka sebagai penguat strukturnya. 

‘’Harusnya bisa lebih kuat dari itu,’’ imbuhnya. 

Dia mengaku, belum mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki patung tersebut. Sebab, kata dia, belum ada laporan dari rekanan yang akan memperbaiki patung tersebut tentang apa saja yang perlu dilakukan untuk proses perbaikan. 

Laporan mengenai lama waktu perbaikan patung-patung yang rusak tersebut baru akan diterima Jumat (7/10) hari ini. Dia mengatakan rekanan yang diminta memperbaiki patung itu bukan kontraktor yang sama dengan pembuatnya. 

Lantaran banyak evaluasi yang didapati dari pembuatan patung itu tahun lalu. Perbaikan dilakukan oleh rekanan dari CV Wahyu Abadi, asal Jalan Ngawi-Cepu.  

‘’Perbaikan dilakukan oleh rekanan lain yang sekarang membangun Taman Lalu Lintas Alun-Alun,’’ ujar Anwar. 

Dia juga menuturkan, jika perbaikan patung pesepakbola timnas Argentina dan Portugal itu menggunakan anggaran khusus di luar paket pekerjaan proyek sekitar Alun-Alun Merdeka. 

Anggaran tersebut hanya digunakan dalam kondisi darurat dengan nominal yang tak sampai ratusan juta rupiah. 

‘’Secara teknis, perbaikan kami serahkan ke yang mengerjakan,’’ tegasnya. 

Dia menambahkan, selain karena konstruksi patung kerusakan itu pula akibat ulah jahil pengunjung Alun-Alun Merdeka Ngawi. 

Dia menuturkan, banyak warga yang berfoto dengan patung itu dengan gaya yang tak sesuai. Seperti berfoto dengan posisi menduduki patung. Hingga akhirnya patung tersebut rusak. 

‘’Kadang pengunjung itu sembarangan kalau foto di patung itu,’’ pungkasnya. (ian/ota/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia