Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadiun
Pendidikan

Puluhan Buku ‘Porno’ Digudangkan

Kamis, 06 Oct 2016 17:00

Puluhan Buku ‘Porno’ Digudangkan

Sejumlah pertanyaan dalam buku olahraga dan kesehatan kelas V SD, memicu protes. (WS Hendro/Radar Madiun)

JawaPosRadarMadiun.com - Buku olahraga dan kesehatan berisi konten berbau pornografi yang menggegerkan warga Pasaman, Sumatera Barat, ternyata sempat beredar di Kota Madiun beberapa tahun lalu. 

Beruntung, pihak sekolah bertindak cepat. Sebanyak 60 eksemplar buku terbitan Kementerian Pendidikan Nasional itu langsung digudangkan usai mendapat protes dari salah seorang wali murid. 

‘’Saat itu diprotes terkait konten pertanyaannya,’’ kata Tri Widarti, guru olahraga dan kesehatan SDN 5 Madiun Lor, Rabu (5/10). 

Penelusuran Jawa Pos Radar Madiun, buku karangan Dadan Heryana dan Giri Verianti tersebut memuat pertanyaan kontroversial. Pada bab 5 tentang pendidikan alat kesehatan memuat sub judul ‘Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi’. Pertanyaan cukup ‘‘dewasa’’ tercantum di halaman 61. 

Dari 10 pertanyaan pilihan ganda, delapan di antaranya terbilang vulgar bagi siswa kelas V SD. Misalnya, ada pertanyaan seputar nama alat kelamin laki-laki dan perempuan. Juga ada pertanyaan terkait hubungan seksual. 

Pada sub bagian rangkuman juga disebutkan dengan detail perubahan organ vital pria dan perempuan. 

‘’Sebenarnya materi tersebut untuk mengajarkan pendidikan seks sejak dini, tapi masih dianggap tabu untuk saat ini,’’ katanya.

Tri mengatakan, menyusul penarikan itu, khusus bab V pihaknya tidak memberikan bahan ajar tersebut terlalu detail. Apalagi, mata pelajaran olahraga dan kesehatan lebih banyak praktik daripada materi tertulis. 

Dia memastikan buku setebal 144 halaman tersebut sudah tidak lagi digunakan di sekolahnya. Itu seiring penunjukkan lembaganya sebagai sekolah percontohan Kurikulum 2013. 

‘’Kalau di sekolah  yang masih menggunakan KTSP saya tidak tahu apakah masih dipakai atau tidak,’’ katanya.

Kepala SDN 5 Madiun Lor Joko Susilo menuturkan, penarikan buku itu sekaligus untuk menghindari kontroversi di masyarakat. 

‘’Biar situasinya kondusif, dan saat itu  tidak gaduh kok,’’ ujarnya. (pra/isd/jprm) 

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia