Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ngawi

Rumah Terendam Banjir, Warga Dievakuasi

Kamis, 29 Sep 2016 22:41

Rumah Terendam Banjir, Warga Dievakuasi

Proses evakuasi warga yang terdampak banjir (Andi Chorniawan/Jawapos Radar Lawu)

JawaPosRadarMadiun.com - Banjir yang melanda Kabupaten Ngawi membuat warga khawatir. Memeori kelam banjir bandang tahun 2007 silam yang menewaskan 19 orang membuat warga sempat panik. 

Tak ingin memori kelam tersebut berulang, petugas betindak cepat melakukan evakuasi. Seperti yang terlihat di Desa Pleset, proses evakuasi dilakukan perangkat desa setempat dengan anggota kepolisian. 

Mereka menggunakan perahu kayu untuk memantau warga yang rumahnya tergenang. Sebab kedalaman air di Dusun Pleset I dan Pleset II berkisar satu meter hingga empat meter. 

Namun demikian, kebanyakan warga meminta untuk tetap tinggal dengan alasan sudah terbiasa. Evakuasi pun lebih difokuskan ke orang tua usia lanjut dan kendaraan bermotor. 

"Akan kami pantau terus menyisir rumah-rumah warga. Juga penyerahan logistik makanan ke warga yang enggan dievakuasi," kata Kepala Desa Pleset Totok Midiyanto.  

Sementara, Camat Padas Harsoyo mengatakan dua desa di wilayahnya tidak terdampak terlalu parah dibandingkan Kecamatan Pangkur dan Kwadungan. Yang terdampak banjir di Desa Banjaransari hanya Dusun Baraan dengan kedalaman sekitar 50 centimeter. 

Pihaknya hanya mengevakuasi hewan ternak di desa tersebut. Sedangkan untuk Desa Bendo yang terdampak hanya di sisi selatan saja dengan kedalam air berkisar satu meter. 

‘’Kebanyakan warga enggan untuk dievakuasi, katanya sudah terbiasa dengan banjir,’’ ujarnya.

Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi yang memantau langsung banjir  menjelaskan pihaknya menerjunkan sekitar 100 personel yang dibagi menjadi dua. Masing-masing 50 ada di Kecamatan Kwadungan dan Pangkur. 

Ratusan personel membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir menggunakan perahu karet dan truk. Seperti anak-anak sekolah yang dipulangkan lebih awal. 

‘’Kami juga akan koordinasi dengan pihak perangkat desa dan kecamatan kecamatan untuk mendirikan posko jika dimungkinkan debit air semakin naik,’’ jelasnya. (mg3/ian/ota/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia