Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ekbis

Pernak-Pernik Usaha Kreatif Sukorejo

Jumat, 12 Aug 2016 11:40

Pernak-Pernik Usaha Kreatif Sukorejo

Industri kreatif asli Desa Sukorejo (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

KEBONSARI – Industri kreatif di daerah pedesaan mulai menggeliat.  Hal ini menunjukkan bahwa warga desa mulai merespon positif dorongan pemerintah desa (pemdes) agar masyarakat turut serta dalam pembangunan ekonomi di pedesaan.  

Sejumlah warga tak lagi ragu aktif dalam program pemberdayaan ekonomi kreatif melalui kegiatan wirausaha. Seperti yang ditunjukkan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari. Mereka sukses mengolah hasil perikanan dan pertanian dalam bentuk makanan siap saji. 

‘’Ada nugget lele dan donat waluh,’’ kata Kepala Desa Sukorejo Yoyon Mahmudi, Kamis (11/8).

Yoyon menjelaskan, kedua olahan makanan itu dikembangkan sejak tahun 2014 lalu oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) desa setempat. Namun, produksinya memang masih sebatas melayani pemesanan, belum sampai merambah skala besar. 

‘’Namun, kami yakin nugget lele ini sangat prospektif untuk dikembangkan secara profesional. Kebetulan, di desa kami juga banyak petani ikan lele,’’ terangnya.

Sedangkan donat waluh, juga tak kalah potensial. Selain memanfaatkan hasil pertanian yang ada, pangsa pasarnya pun masih tebuka lebar. Karena belum banyak yang memproduksi donat dengan bahan baku dari buah labu tersebut. 

‘’Donat waluh sudah banyak dipesan. Baik masyarakat umum maupun instansi pemerintahan. Rasa dan kualitasnya sudah banyak yang mengakui,’’ paparnya.

Tidak hanya olahan makanan, Desa Sukorejo juga memiliki usaha selain kuliner. Yakni,  produksi pernak-pernik bahan akrilik. Usaha tersebut dikembangkan oleh koperasi wanita (kopwan) binaan tim penggerak PKK desa setempat sejak 2013 silam. 

Usaha di bidang kerajinan itu terdiri dari  bros, vas bunga, tempat aqua, kalung, cincin, gelang dan lainnya. Saat ini, anggota kopwan bahkan tidak hanya menjual barang kerajinan hasil produksi mereka semata.  

‘’Anggota kopwan juga sering diminta mengisi pelatihan membuat pernak-pernik di desa lain,’’ ungkapnya.

Meski sudah berkembang, Yoyon mengaku masih banyak kendala untuk meningkatkan usaha-usaha tersebut. Mulai dari kendala modal, pemasaran hingga perizinan. 

Diharapkan, pemerintah daerah khususnya dinas terkait bersedia membantu pengembangan aneka usaha kreatif di Desa Sukorejo. Pemdes juga terus berupaya mendorong setiap program yang ada di masyarakat. 

‘’Selain untuk pemberdayaan, berbagai usaha ini diharapkan mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat,’’ pungkasnya. (tif/fin/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia