Rabu, 17 Jan 2018
radarmadiun
Ekbis

BPS Prediksi Laju Inflasi Terkendali

Senin, 11 Jul 2016 17:00

BPS Prediksi Laju Inflasi Terkendali

ANTRE: Seorang pedagang PBM sibuk mengemas gula di kiosnya. (Bani Nur Usman/Radar Madiun)

MADIUN – Harga sejumlah kebutuhan pokok selama Ramadan mengalami kenaikan. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun memprediksi fenomena itu tidak memicu kenaikan inflasi yang signifikan. 

‘’Kemungkinan inflasi lempeng-lempeng saja. Pemerintah sudah ambil tindakan dengan menggelar banyak operasi pasar sehingga harga masih relatif stabil,‘’ kata Kepala BPS Kota Madiun Firman Bastian, Minggu (10/7).

Firman menyebut tidak adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji juga mengerem laju inflasi. 

‘’Harga BBM malah cenderung turun. Beda dengan tahun lalu, menjelang puasa naik,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun. 

Dia mencontohkan elpiji tabung tiga kilogram. Tahun lalu harga di pasaran mencapai Rp 27 ribu. Begitu juga BBM jenis premium yang nangkring di angka Rp 8 ribu per liter. 

‘’Jika harga BBM naik, hampir semua barang harganya akan mengikuti naik,’’ paparnya.

Firman mengatakan, kenaikan harga BBM tahun lalu berpengaruh pada inflasi Juni, yakni mencapai 0,32 persen. Angka itu melejit menjadi 0,83 persen pada Juli yang bertepatan Ramadan. 

‘’Harga kebutuhan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur melambung tinggi,’’ imbuhnya.

Dia menuturkan, Mei tahun ini angka inflasi tercatat 0,06 persen. Mengingat harga kebutuhan pokok relatif terkendali, dia meyakini inflasi Juni tidak jauh dari angka tersebut. 

‘’Inflasi harus bisa dikendalikan. Jika tidak, akan berpengaruh pada semua sektor, termasuk kemiskinan dan pengangguran,’’ tegasnya. (rgl/isd/jprm)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia