Minggu, 25 Feb 2018
radarkudus
icon featured
Features

Bripka Eko Suryono, Anggota Polres Grobogan Jadi Atlet Binaraga

Vonis Kelebihan Kolesterol Ubah Pola Hidup

Kamis, 18 Jan 2018 16:00 | editor : Panji Atmoko

BEROTOT: Bripka Eko Suryono bersiap hadapi porprov.

BEROTOT: Bripka Eko Suryono bersiap hadapi porprov. (DOK PRIBADI)

Divonis sakit membuat pola hidup Bripka Eko Suryono berubah dratis. Begitu juga dengan bentuk tubuhnya dari gemuk menjadi berotot. Kini menjadi andalan Kabupaten Grobogan di bidang binaraga.

 

INTAN M SABRINA, Grobogan

 

JAUH sebelum menjadi binaragawan, Bripka Eko Suryono sudah akrab dengan olahraga beladiri. Dia ikut karate sejak SMP atau 1995 lalu. Saat itu dia tergabung di Lembaga Karate Indonesia (Lemkari) Grobogan.

Dia pun menyabet prestasi. Misalnya, saat dia kelas X SMAN 1 Grobogan meraih juara di Karate Migas Cup Cepu. Namun, berprestasi di karate ternyata tidak mendapatkan dukungan dari orang tua.

Mereka khawatir Eko cedera. Padahal, mereka ingin dia mendaftar polisi. Akhirnya dia fokus persiapan pendaftaran Secaba pada 2000 silam. Dengan usaha keras, sekali mendaftar dia diterima dan ditugaskan di Polda Jambi pada divisi Provost. Di sana dia sempat ditugaskan sebagai ajudan kapolda hingga bagian regident Ditlantas.

Dia masih aktif karate meski tidak menjadi atlet. Meski begitu, di 2010 dia divonis dokter memiliki penyakit kelebihan kolesterol. Hal itu membuat badannya membesar. Hingga menyebabkan lutut dan persendian terasa nyeri. Mulailah dia survive. Eko Hercules – sapaan akrabnya - mencoba pola hidup sehat dengan berolahraga.

”Ada kawan yang mengenalkan saya olahraga fitnes. Saat itu niatnya agar badan sehat. Mulai ketagihan, setiap pulang dinas selalu olahraga. Lalu mulai fokus ingin membentuk otot,” ujarnya.

Selama dua tahun dia berusaha membentuk otot dengan mengatur pola makan sehat dan rutin olahraga. Hingga di 2012 dia berani mengikuti perlombaan di Piala Wali Kota Semarang. Dia mendapatkan juara IV body fit contest.

Tak mudah membentuk otot. Beruntung istrinya mendukung. Dia dibuatkan tempat latihan fitnes di rumah. Kini menjadi tempat usaha istrinya. Dia juga mendapat dukungan dari Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano.

”Karena olahraga ini mahal, istri sampai membuka usaha salon kecantikan dan membuka usaha gym sebagai tempat saya latihan. Harapannya biar saya tidak jauh-jauh untuk latihan. Lagipula saya latihan tidak kenal waktu bisa sampai pukul 00.00,” terangnya.

Selain rutin olahraga dua kali dalam sehari, dia mengatur asupan makanan. Di antaranya, banyak memakan protein, putih telur, dada ayam, ikan, hingga daging sapi yang direbus.

”Semua makanan itu dimakan dengan nasi merah. Dalam sehari saya harus makan empat kali daging ayam. Lalu meminum susu dan harus menghindari rokok, gorengan, hingga begadang. Bahkan gula saya hindari karena mengandung kalori. Nanti membuat badan berlemak. Lalu garam bisa menutup pori-pori,” katanya.

Tak hanya itu, tekadnya menjadi binaragawan itu terus ditunjukkan dengan latihan. Dia berlatih berbekal media daring. Idolanya tersebut merupakan salah satu polisi di Amerika yang menjadi binaragawan internasional. Berkiblat itu, dia tak pernah absen melihat unggahan terbaru idolanya tersebut untuk dipraktikkan. Sesekali dia juga mendapat nasihat dari binaragawan senior di Semarang.

Dua bulan sebelum berlomba dia semakin gigih berlatih. Dia berjemur selama dua jam agar otot bisa keluar semua dan badan terlihat kering. ”Susah saat mendekati lomba, benar-benar muka jelek sekali dan terlihat kempot. Sebab harus berjemur,” terangnya.

Kini, dia persiapan menghadapi Porprov Jateng. Dia juga sibuk melatih pengunjung di tempat gym-nya.

(ks/int/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia