Minggu, 25 Feb 2018
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Kepala Sekolah Dimutasi, Siswa Mogok Studi

Kamis, 18 Jan 2018 15:51 | editor : Panji Atmoko

TANPA MURID: Salah satu ruang kelas SDN 1 Penggung sepi karena seluruh siswa mogok sekolah kemarin.

TANPA MURID: Salah satu ruang kelas SDN 1 Penggung sepi karena seluruh siswa mogok sekolah kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

PATI – Usai menggeruduk kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati, kemarin (17/1) siswa SDN 1 Penggung, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, mogok sekolah. Tak ada aktivitas pembelajaran.

Kondisi lingkungan sekolah sepi. Tidak ada siswa. Padahal, jumlah siswa kelas I-VI ada 119 anak. Penjual makanan yang biasanya mangkal di depan sekolah juga tidak ada. Hanya ada beberapa guru yang duduk-duduk di halaman sekolah.

Berdasarkan informasi, kepala sekolah yang lama, Saekah, membawa kemajuan. Di antaranya beberapa ruang direnovasi. Belum lagi pembuatan taman di halaman sekolah. Taman ini menjadikan SDN 1 Penggung semakin asri.

Namun, berdasarkan surat keputusan (SK) mutasi kepsek SD/SMP 27 Desember 2017 lalu, Saekah diganti Kaharyanto dari SDN 2 Kembang, Kecamatan Dukuhseti. Saekah sendiri dimutasi ke SDN 3 Dukuhseti.

Dewi, salah satu wali murid kelas VI SDN 1 Penggung mengaku tidak puas dengan keputusan dinas yang tetap memutasi Saekah. Wali murid menginginkan Saekah tetap menjadi kepsek SDN 1 Penggung. Karena tak puas, dia melarang anaknya berangkat sekolah.

Keputusan itu sudah dirembuk dengan wali murid lainnya agar kompak mogok sekolah. Aksi ini lanjutan atas protes setelah aspirasi mereka mendatangi kantor Disdikbud tidak mendapat jawaban memuaskan.

Jika Saekah tetap dimutasi, dia berencana memindahkan anaknya ke sekolah lain. “Kami masih meminta Disdikbud Pati membatalkan mutasi tersebut. Kalau tetap dimutasi, kami akan memindahkan anak-anak dari SD supaya bisa konsentrasi belajarnya. Karena ini sudah menginjak semester II. Jadi anak-anak siap menghadapi ujian akhir sekolah (UAS) nanti,” jelasnya.

Dia menjelaskan, wali murid bersikeras tak ingin Saekah dipindah karena SD itu mendapatkan banyak prestasi. Mulai menjuarai lomba, jarang menarik iuran, pendistribusian dana BOS dan PIP lancar, hingga kedekatan Saekah dengan orang tua dan siswa sangat baik.

Salah satu guru SDN 1 Penggung Andhang Tri Saputro mengaku kaget ketika tiba di sekolah tak ada siswa yang masuk. Dia bersama guru lainnya menunggu hingga siang. Namun, siswa tak ada yang nongol. Hingga akhirnya melapor ke UPT Pendidikan Kecamatan Dukuhseti.

“Saat ini kami berharap ada solusi terbaik. Supaya siswa bisa belajar seperti sedia kala. Seandainya siswa nanti kembali sekolah, akan kami berikan tambahan materi supaya tidak ketinggalan,” tuturnya.

Kepala Disdikbud Pati Sarpan menuturkan, 137 kepsek yang dimutasi berjalan lancar. Hanya saja di SDN 1 Penggung dan SDN Wedusan ada wali siswa yang kurang berkenan dengan mutasi itu. Padahal, mutasi itu hal biasa dan sesuai regulasi dan bertujuan baik. Ini juga menyangkut sertifikasi kepsek pada data Dapodik.

“Kepsek Saekah sudah mengajar delapan tahun di SD itu dan harus dimutasi. Kami berharap wali siswa mengutamakan anak didik supaya tetap sekolah. Apabila orang tua seperti itu, pendidikan anaknya bisa terganggu. Kalaupun memindahkan anak harus dipertimbangkan karena perlu adaptasi,” jelasnya.

(ks/put/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia