Rabu, 17 Jan 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

IKM Kota Ukir Jadi Daya Tarik Rombongan MQK

Rabu, 13 Dec 2017 12:00 | editor : Ali Mustofa

UNGGUL: Beragama IKM asal Jepara di bazar MQK menarik pengunjung dan kafilah MQK di Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang belum lama ini.

UNGGUL: Beragama IKM asal Jepara di bazar MQK menarik pengunjung dan kafilah MQK di Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang belum lama ini. (DISPERINDAG JEPARA FOR RADAR KUDUS)

 JEPARA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara juga ikut memfasilitasi stan dalam bazar dalam rangkaian Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat nasional ke- VI  yang digelar di Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang belum lama ini.

Kepala Disperindag Kabupaten Jepara Inah Noroniah menjelaskan, dinasnya memfasilitasi 30 stan industri kecil dan menengah (IKM) di acara dalam bazar MQK. Mereka dari beragam IKM. Di antaranya kuliner, batik, dan tenun Troso.

”Batik Jepara dan tenun Troso jadi lokasi favorit rombongan kafilah dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka kagum dengan hasil kerajinan masyarakat Jepara. Tidak hanya pandai membuat kerajinan dari kayu, tetapi juga tenun Troso dan batik. Bahkan beberapa di antaranya kaget, beberapa produk tenun yang dijual di Bali ternyata dibikin di Jepara,” ucapnya.

Inah menjelaskan, penyertaan stan produk Kota Jepara di MQK dalam rangka mengenalkan produk-produk kerajinan masyarakat Jepara. Setelah dikenal diharapkan mereka kenal dengan produk Jepara, kemudian tertarik, dan membeli produk buatan Jepara.

”Banyak di antara pengunjung stan yang langsung beli. Beberapa di antaranya meminta nomor ponsel pemilik IKM kemudian berjanji pesan produk yang dijual,” tandasnya.

MQK dibuka Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin pada Jumat (1/12). Juga hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, dan Wabup Jepara Dian Kristiandi.

Selain bazar, juga dilaksanakan diskusi kepesantrenan itu digelar Minggu (3/12) petang di ruang media center MQK di komplek Ponpes Roudlotul Mubtadiin. Diskusi itu sendiri mengangkat tema cara cepat baca kitab kuning metode 33.

Selain ada agenda diskusi, pada kesempatan itu juga dilakukan bedah buku “Hermeneutika dan Pengembangan ‘Ulumul Qur’an” dan “Penafsiran Kontekstualitas Atas Al-Qur’an”. Hal ini disampaikan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Afief kemarin.

Afief menyampaikan, diskusi kepesantrenan itu terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya. Pihaknya juga mengajak serta peserta untuk hadir. ”Jadi di sini tidak hanya lomba namun ada berbagai kegiatan positif lainnya,” ujarnya.

Selama gelaran MQK berlangsung, Afief menuturkan, digelar pula bazar UMKM. Menurutnya, partisipasi UMKM cukup bagus terbukti dengan terisinya semua stand. ”Pada bazar itu minat beli terhadap barang dagangan tinggi,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga merasa senang karena melalui bazar itu para peserta dari berbagai provinsi di Indonesiabisa mengenal lebih  jauh tentang produk unggulan Jawa Tengah khususnya produk unggulan Jepara dan sekitarnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia