Selasa, 16 Jan 2018
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Dinas Pertanian dan Pangan Pantau Gejolak Harga Kebutuhan Pokok

Rabu, 13 Dec 2017 10:30 | editor : Ali Mustofa

TIMBANG CABAI: Seorang pedagang kelontong di Pasar Kota Rembang menimbang cabai merah yang harganya mulai naik.

TIMBANG CABAI: Seorang pedagang kelontong di Pasar Kota Rembang menimbang cabai merah yang harganya mulai naik. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

KOTA – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang secara berkala melakukan monitor harga kebutuhan pokok masyarakat atau kepokmas. Hingga pertengahan bulan Desember terjadi fluktuasi kenaikan harga untuk komoditas tertentu. Namun begitu, diklaim belum ada gejolak mendekati hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga di beberapa pasar di wilayah setempat pekan  ini diantarnya, bawang merah harga bulan lalu hanya di kisaran Rp 28 ribu per kilogram. Saat ini meningkat menjadi Rp 29 ribu per kilogram.

Cabai merah keriting tahun lalu hanya Rp 26 ribu/kg meningkat Rp 27 ribu/kg. kenaikan disebabkan datangnya musim penghujan sehingga menyebabkan kualitas menurun.

”Walaupun terjadi kenaikan beberapa kepokmas. Namun hasil monitoring masih cenderung wajar,” Kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dintanpan Sri Prabandari kemarin.

Hasil pantauan juga diketahui, daging ayam ras yang masih terbilang stabil. Sampai pekan kedua ini meningkat seribu, dari harga bulan sebelumnya mencapai 29 ribu/kg.

”Begitupun telur ayam ras, kisaranya dari harga sebelumnya Rp 22.500 ribu/kg, naik hanya Rp 1.000. Jadinya masih dapat dikatakan wajar,” terangnya.

Lainnya stabil mulai beras premium Rp 10.300 per kilogram, medium Rp 9.300 per kilogram dan termurah Rp 8.300 kilogram. Bahkan, relative menurun rata-rata Rp 500 rupiah. Kemudian jagung pipil kuning masih tetap diharga Rp 5.500.

“Termasuk gula pasir Rp 12.500 per kilogram, daging sapi murni Rp 107.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 12 ribu/kg. Di samping tepung terigu Rp 6000 per kilogram, dari hasil monitor di beberapa pasar tradisional wilayah setempat,” terangnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia