Kamis, 18 Jan 2018
radarkudus
icon featured
Politik

Sekda Kudus Ikut Penjaringan PDIP

Selasa, 12 Dec 2017 16:31 | editor : Panji Atmoko

Noor Yasin

Noor Yasin (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

 KUDUS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin sempat maju mundur untuk “bertarung” di Pilkada Serentak 2018. Kali ini tampaknya sudah mantap. Sebab, kemarin (11/12) sekda mengikuti fit and proper test di DPD PDIP Jateng.

Dia dikabarkan tidak mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati (bacabup), melainkan calon wakil bupati (bacawabup) di Pilkada Kudus. Saat penjaringan di DPC PDIP Kudus belum ada yang mendaftar sebagai bacawabup.

Sekretaris DPC PDIP Kudus Achmadi Yusuf Roni mengatakan, hasil fit and proper test langsung dikirimkan ke DPP PDIP. Selanjutnya, rekomendasi kepada siapa juga ditentukan oleh DPP.

Terkait Sekda Kudus Noor Yasin, dia menambahkan, tidak mendaftar di DPC PDIP. Namun, Noor Yasin langsung mendaftar di DPD PDIP Jateng. Sebab, saat penjaringan tidak ada yang mendaftar sebagai bacawabup. Pendaftaran sekda itu diterima, sehingga kemarin menjalani fit and proper test.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto menjelaskan, ada 53 peserta yang dites. Tidak semua merupakan kader. Ada tujuh peserta nonkader yang mendaftar dan lolos hingga tahap penjaringan fit and proper test ini. Salah satunya Sekda Kudus Noor Yasin.

Pilkada Kudus ini, imbuhnya, tidak diikuti petahana Bupati Kudus Musthofa. Sebab, tidak bisa mendaftar lagi karena sudah memimpin selama dua periode. Musthofa saat ini maju menjadi bacagub Jateng.

Kursi bacabup Kudus kini diincar dua figur pejabat di Kota Kretek itu. Yakni Ketua DPRD Kudus Masan dan mantan kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKP LH) Kudus Sumiyatun. Selain itu, ada Sekda Kudus Noor Yasin sebagai bacawabup. "Baik petahana atau tidak, tes yang kami berikan tetap sama. Tidak ada bedanya. Semua harus ikut proses yang berlaku," tegas pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini.

Bambang menjelaskan, fit and proper test hanya dilakukan satu hari. Hasilnya, akan langsung dikirimkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP di Jakarta. "Prosesnya ini nanti hasilnya dikirim ke DPP, yang memutuskan di sana. Termasuk kapan pengumuman rekomendasi," tuturnya.

Dia menambahkan, peserta fit and proper test paling banyak dari Kabupaten Banyumas. Yakni 13 peserta. "Petahana ikut maju. Bupati dan Wakil Bupati (Ahmad Husein dan Budhi Setiawan) sama-sama mendaftar sebagai calon bupati. Bukan sebagai pasangan lagi," terangnya.

Selain Ahmad Husein dan Budhi Setiawan, ada 2 petahana lain. Yakni Bupati Magelang Zaenal Arifin dan Bupati Temanggung Bambang Sukarno. 

(ks/lis/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia