Sabtu, 20 Jan 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Pegawai Indomaret asal Pati Tewas Ditusuk di Semarang

Sabtu, 09 Dec 2017 16:06 | editor : Panji Atmoko

DIBERI POLICE LINE: Lokasi pembunuhan karyawan Indomaret di Kelurahan Pandean Lamper Semarang kemarin.

DIBERI POLICE LINE: Lokasi pembunuhan karyawan Indomaret di Kelurahan Pandean Lamper Semarang kemarin. (RADAR SEMARANG)

 PERAMPOKAN disertai pembunuhan terjadi di Indomaret 24 jam Jalan Gajah Raya RT 5 RW 2, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari. Pelaku yang belum diketahui identitasnya menghabisi seorang karyawan dan membawa kabur uang sekitar Rp 2 juta.

 Korban tewas diketahui Agung Koko Prakoso, 21, warga RT 9 RW 1, Dukuh Gagung, Desa Sendangsoko, Kecamatan Jakenan, Pati. Korban dihabisi pelaku di gudang tempat penyimpanan brankas uang. Tubuh korban bersimbah darah dengan empat luka tusukan senjata tajam di bagian dada.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi Jumat (8/12) sekitar pukul 03.30. Bermula ketika korban bersama seorang rekannya, Agus Ardiyanto, 21, warga RT 4 RW 3, Desa Jeketro, Kecamatan Gubug, Grobogan, bekerja pada sif malam mulai pukul 23.00 sampai 08.00 di Indomaret 24 jam di depan Angkringan Pandawa, Jalan Gajah Raya.

Saat keduanya di meja kasir, tiba-tiba datang seorang pria yang mengenakan seragam Indomaret yang dibalut jaket. Pria tersebut langsung menuju ke meja kasir dan hendak menukarkan uang. Tanpa curiga, Agung Koko menuju ke gudang yang menjadi tempat penyimpanan brankas uang. Saat menuju ke ruang belakang itu, pelaku mengikuti di belakangnya.

"Orangnya pura-pura tukar uang. Pas di dalam gudang, teman saya dibunuh," ujar rekan korban, Saiful, yang tampak sedih kehilangan temannya untuk selama-lamanya.

Menurut Saiful yang masuk kerja sif pagi, sekitar 10 menit masuk gudang, pelaku berlari keluar, dan kabur naik motor yang diparkir di depan Indomaret. Saat itu rekan korban, Agus Ardiyanto, yang menjaga meja kasir mendengar suara rintihan korban dari dalam gudang. Agus bergegas mengeceknya, ternyata korban tengkurap bersimbah darah. Sontak, Agus berteriak minta tolong sambil berlari keluar Indomaret.

Saksi mata di lokasi kejadian, Alif Bayu, juru parkir Angkringan Pandawa mengaku, tidak mengetahui kronologis detail kejadian tersebut. Awalnya, hanya mendengar suara teriakan keras orang minta tolong yang bersumber dari dalam Indomaret. Belakangan diketahui, itu teriakan Agus, rekan korban sesama pegawai Indomaret.

"Kaget, ada suara keras orang teriak-teriak minta tolong. Kemudian saya lari menyeberang jalan dan masuk ke situ (Indomaret). Saya ditunjukin ke ruang belakang. Saya lihat sudah banyak darah. Korban posisinya telungkup bersimbah darah," ujar Alif Bayu kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin (8/12).

Alif mengaku saat kali pertama melihat korban, masih hidup. Tubuhnya kejang-kejang. Dia langsung mengundang rekannya dan mencari bantuan dengan mencegat mobil yang melintas di Jalan Gajah Raya, depan Indomaret tesebut. "Tapi gak ada yang mau. Jadinya ya tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.

Diakui, saat peristiwa perampokan berdarah itu, dia berada di dalam pos penjagaan tempatnya bekerja. Sehingga tidak melihat ada pria masuk ke Indomaret. "Saya di dalam pos main laptop. Tapi saya sempat lihat ada orang keluar dari situ (Indomaret). Kaburnya ke arah selatan. Kalau masuknya dari arah mana, saya kurang tahu," katanya.

Petugas Polsek Gayamsari yang mendapat laporan kejadian itu langsung menuju lokasi. Kebetulan jarak TKP dengan Mapolsek Gayamsari relatif dekat. Tak berselang lama, Tim Inafis Polrestabes Semarang tiba di lokasi dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Praktis, kejadian di pagi buta itu pun menyita perhatian warga. Akibatnya arus lalulintas Jalan Gajah Raya sempat tersendat.

Kapolsek Gayamsari Kompol Wahyuni Sri Lestari mengatakan, korban tewas setelah mendapat empat tusukan senjata tajam di bagian dada. Hingga kemarin, pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan memintai sejumlah saksi di lokasi kejadian guna mengungkap pelaku.

Pihaknya telah mengamankan rekaman CCTV yang terpasang di minimarket tersebut. Namun, informasi yang diterima koran ini, saat kejadian CCTV tidak berfungsi maksimal.

"Jadi, modusnya pelaku pura-pura tukar uang. Kemudian pelaku membuntuti korban dari belakang saat menuju ruang brankas. Setelah itu, korban dibunuh dan pelaku membawa uang dalam brankas sekitar Rp 2 juta. Saat ini, kasusnya masih kami selidiki. Mudah-mudahan pelakunya segera tertangkap," katanya.

Wahyuni membenarkan jika pelaku mengenakan seragam Indomaret dan jaket. "Info dari saksi, (pelaku) menggunakan seragam Indomaret dan jaket," kata Wahyuni. (mha/aro)

(ks/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia