Selasa, 16 Jan 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Terdakwa Penganiayaan Tewasnya Pemuda Dihukum Sembilan Tahun

Jumat, 08 Dec 2017 17:21 | editor : Ali Mustofa

VONIS DIJATUHKAN: Proses sidang penjatuhan vonis pada terdakwa kasus penganiayaan di Desa Prawoto, Sukolilo di PN Pati kemarin.

VONIS DIJATUHKAN: Proses sidang penjatuhan vonis pada terdakwa kasus penganiayaan di Desa Prawoto, Sukolilo di PN Pati kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

 MARGOREJO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati menjatuhi hukuman berat kepada terdakwa penganiayaan, Andre Yoga Sanjaya bersama Mugiyono. Keduanya sama-sama warga Desa Wegil, yang menyebabkan tewasnya seorang pemuda bernama Muhammad Riyadi warga Desa Prawoto di pertigaan Jalan Sukolilo-Kudus, pertengahan 2017 lalu. Andre divonis sembilan tahun penjara, sementara Mugiyono delapan tahun penjara.

Hasil putusan ini sidang yang dipimpin Tri Asnuri Herkuntanto ini lebih ringan dari tuntutan jaksa pada sidang sebelumnya. Terdakwa dituntut jaksa dengan hukuman 10 dan 11 tahun penjara.

Dalam kasus penganiayaan itu, korban Muhammad Riyadi, pemuda warga Dukuh Karangtandan Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo harus meregang nyawa. Korban meninggal beberapa jam usai dikeroyok kedua terdakwa pada Senin (26/6) di  pertigaan jalan Sukolilo-Kudus, Desa Prawoto.

Hasil pemeriksaan RSUD RAA Soewondo menyebutkan, penyebab kematian korban diduga menerima pukulan dengan benda tumpul hingga menyebabkan bengkak pada jaringan otak. Luka yang diakibatkan pukulan itulah yang menyebabkan korban mati lemas.

Dalam amar putusan sidang itu, Majelis Hakim menyatakan, kedua terdakwa telah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. Penganiayaan itu mengakibatkan korban meninggal dunia, sesuai dengan dakwaan I Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hj Doyo Ediati pasal 170 ayat (2) ke- 3 KUH Pidana.

”Atas perbuatannya itu, serta berdasarkan keterangan saksi-saksi maupun barang bukti yang dihadirkan dalam persidangan, majelis hakim menjatuhkan hukuman terdakwa pertama Andre Yoga Sanjaya selama sembilan tahun penjara dikurangi masa tahanan. Serta menjatuhkan hukuman terhadap Mugiyono dengan hukuman delapan tahun penjara dikurangi masa tahanan,” demikian kata Hakim Ketua Tri Asnuri Herkuntanto, saat membacakan amar putusannya.

Pihak keluarga maupun terdakwa sendiri menyatakan berfikir dahulu. “Kami diberi kesempatan waktu sepekan untuk melakukan langkah hukum selanjutnya. Apakah menerima putusan ataupun melakukan upaya hukum banding,” jelas Joko. (aua)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia