Rabu, 17 Jan 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Berdalih Kebutuhan Hidup, Suami Nekat Curi Motor saat Istri Hamil

Jumat, 08 Dec 2017 10:11 | editor : Ali Mustofa

DIAMANKAN : Pelaku pencurian kendaraan bermotor, Gengkong diamankan pihak kepolisian.

DIAMANKAN : Pelaku pencurian kendaraan bermotor, Gengkong diamankan pihak kepolisian. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

KOTA - Berdalih untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ahmad Sairi alias Gengkong, 40, warga RT 2/RW 1, Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, nekat mencuri sepeda motor honda scoopy milik warga Bangsri Selasa (5/12) lalu. Korbannya Istianah, 27, warga RT 2/RW 2, Desa/Kecamatan Bangsri.

Laki-laki yang sehari-hari bekerja serabutan tersebut mengaku terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Terlebih saat ini istrinya sedang hamil. "Anak saya satu dan istri saya sedang hamil. Ini untuk mencukupi kebutuhan keluarga karena hasil kerja serabutan tidak cukup," katanya.

Mengenai aksinya, Gengkong menyatakan, dia membobol kunci motor korban hanya dalam waktu kurang dari 20 detik. "Kalau lubang kunci tidak ditutup dan tidak ada kunci ganda butuh waktu maksimal 20 detik," ujarnya.

Disinggung mengenai hasil curiannya, Gengkong mengaku menjual motor curian dengan harga Rp 2 juta. "Satu motor dijual Rp 2 juta,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, apa yang dilakukan Gengkong bukan kejahatan pertamanya. "Dia sudah empat kali masuk penjara. Kasusnya beda-beda mulai dari kasus penjambretan hingga curanmor," katanya.

AKBP Yudianto menyampaikan, Gengkong tidak jera dan justru meningkatkan kemampuannya.

Dalam menjalankan aksinya dia merusak lubang kunci sepeda motor dengan kunci “leter T” yang telah dimodifikasi sedemikian rupa.

AKBP Yudianto mengatakan, sasarannya yakni sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya dan lubang kuncinya masih terbuka atau tidak ditutup kunci pengaman. Karena itulah pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada. "Minimal melengkapi sepeda motor dengan kunci ganda," urainya.

Akibat perbuatannya, AKBP Yudianto menambahkan, Gengkong diancam  pasal 363 KUHP dengan pidana maksimal tujuh tahun karena melanggar.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia