Jumat, 27 Apr 2018
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Gerakan Literasi, Seribu Siswa SMPN 1 Purwodadi Baca Radar Kudus

Rabu, 29 Nov 2017 14:49 | editor : Panji Atmoko

SERENTAK:  Seribu siswa dan 73 guru serta karyawan SMPN 1 Purwodadi membaca Jawa Pos Radar Kudus di lapangan basket indoor kemarin.

SERENTAK: Seribu siswa dan 73 guru serta karyawan SMPN 1 Purwodadi membaca Jawa Pos Radar Kudus di lapangan basket indoor kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

 GROBOGAN – Seribuan siswa SMPN 1 Purwodadi antusias membaca Jawa Pos Radar Kudus kemarin (28/11). Membaca serentak di lapangan basket indoor ini sebagai Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.023 siswa, 73 guru, dan karyawan. Mereka membaca berita nasional, olahraga, ekonomi, infotainment, Jawa Tengah, berita lokal di eks Karesidenan Pati dan Kabupaten Grobogan.

Lisa Lestari, siswa kelas VIII H mengaku, senang membaca Jawa Pos Radar Kudus. Menurutnya, beritanya menarik bagus dan up to date. Bahasanya juga lugas, singkat, dan jelas. ”Mudah dipahami dan menambah wawasan serta ilmu. Apalagi halaman lokal dan anak mudanya,” kata Lisa.

Hal senada diungkapkan Meylita kelas VII E. Dia mengaku, membaca Jawa Pos Radar Kudus terasa seru. Sebab, dia bisa membaca semua berita yang diperlukan. Informasi itu untuk referensi. ”Beritanya menarik,” terangnya.

Ringga Lintang siswa kelas VIII B menambahkan, tertarik mengikuti Gerakan Literasi Sekolah untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Apa yang dibacanya bisa menjadi referensi mata pelajaran dan semangat membaca. ”Isinya menarik dan bagus. Jadi sangat mudah membaca dan memahaminya. Di dalamnya memuat prestasi sekolah,” aku dia.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Purwodadi Purnyomo mengatakan, Gerakan Literasi Sekolah membaca Jawa Pos Radar Kudus ini untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik. Pihaknya membudayakan budaya membaca. ”Tentunya ini untuk membudayakan kecintaan membaca di kalangan peserta didik sehingga menumbuhkan budi pekerti,” ujarnya.

Purnyomo menambahkan, Gerakan Literasi Sekolah sejak pertengahan 2015 lalu. Siswa dibiasakan membaca bacaan di pagi hari mulai majalah, koran, buku pelajaran dan lainnya. Sehingga menambah wawasan siswa. ”Kami berharap dari gerakan literasi dengan membaca Jawa Pos Radar Kudus bisa menjadi tumbuh budi pekerti pada anak seperti yang diharapkan pemerintah,” tandasnya.

(ks/mun/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia