Jumat, 15 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Kudus

Satbinmas Antisipasi Merebaknya Hoax Jelang Pilkada

Sabtu, 25 Nov 2017 10:41 | editor : Ali Mustofa

SOSIALISASI: Kasatbinmas AKP Catur Kusuma Adhi (kanan) memberikan binluh di Aula Kelurahan Demaan, Kecamatan Kota, Kudus, Senin (20/11) lalu.

SOSIALISASI: Kasatbinmas AKP Catur Kusuma Adhi (kanan) memberikan binluh di Aula Kelurahan Demaan, Kecamatan Kota, Kudus, Senin (20/11) lalu. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)

KOTA – Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) rawan terjadi jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Kudus bakal mengelar Pilkada 2018 mendatang.

Untuk menghindari gangguan kamtibmas, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Kudus memberikan pembinaan dan penyuluhan (binluh). Hal itu diberikan kepaada kepada sejumlah warga di Aula Kelurahan Demaan, Kecamatan Kota, Senin (20/11) lalu.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kasatbinmas AKP Catur Kusuma Adhi mengatakan, mendekati pemilihan umum dan Pilpres 2019 bakal banyak bermunculan kabar bohong dan kampanye hitam. Sebagai antisipasi menggelar binluh agar masyarakat tidak terpengaruh kabar yang tidak benar atau hoax.

”Pengalaman pemilu tahun-tahun sebelumnya, banyak beredar kabar atau informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Terutama, melalui media sosial. Belajar dari pengalaman itu, sekarang kami waspada, sehingga melalui penyuluhan ini diharapkan masyarakat tidak asal like and share mengenai berita yang belum jelas kebenarannya,” terangnya.

Dia melanjutkan, binluh diikuti sekitar 85 warga. Diharapkan mereka dapat memahami dan tidak asal membagikan informasi yang diterima. ”Intinya, harus cerdas dalam memberikan informasi maupun membagikan informasi melalui media sosial. Jangan sampai kabar yang tidak benar disebarluaskan. Apalagi menjelang pemilu, jika asal share informasi tanpa mengoreksi bisa menimbulkan terjadinya konflik di masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, dia mengajak segenap masyarakat mewaspadai lingkungan sekitarnya. Selalu koordinasi dengan petugas keamanan baik itu dari Bhabinkamtibmas maupun Bhabinsa yang melekat di wilayah masing-masing.  Jika menemui sesuatu yang mencurigakan. ”Agar pos kamling tetap diaktifkan dan wajib lapor 1x24 jam bagi tamu/pendatang baru agar didata termasuk penghuni kos-kosan,” paparnya. 

(ks/ruq/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia