Senin, 11 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Dihipnotis, Perhiasan Penjual Bubur Raib Ditukar Dua Sabun Mandi

Sabtu, 25 Nov 2017 10:35 | editor : Ali Mustofa

DITENANGKAN: Korban Ngasirah (kiri) masih bingung atas perhiasannya raib kemarin.

DITENANGKAN: Korban Ngasirah (kiri) masih bingung atas perhiasannya raib kemarin. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)

MEJOBO – Malang nasib dialami Ngasirah, 65, warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo. Dia terkena hiptonis. Perhiasan miliknya senilai Rp 8.400.000 ribu raib kemarin (24/11). Perhiasannya ditukar dengan dua buah sabun mandi.

Berdasarkan data yang dihimpun, penjual bubur sumsum di Jalan Suryo Kusumo, RT 6 RW 3, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo kemarin sekitar pukul 07.00 usai berjualan dihampiri dua orang. Mereka naik mobil yang diduga Ayla berwarna putih.

Sopir turun dan menghampiri korban. ”Dia pura–pura menelepon. Kemudian menanyakan alamat rumah Rohman di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo. Tidak kenal, tapi saya tunjukkan kalau Desa Gonaltepus masih lurus,” katanya.

Pelaku itu mengaku, mengantar ustad hendak mengobati anaknya Rohman, namun tersasar. Lalu, sopir meminta korban masuk ke mobil untuk menemui ustad. Dia masuk dan duduk di samping ustad.

”Selanjutnya, Pak Ustad bilang kalau ingin ke rumah Rohman. Ini saya kasih doa agar bulan depan dapat berangkat haji. Lalu, saya disuruh melepaskan perhiasan yang terkena keringat untuk dicuci,” terangnya.

Perhiasan di rumah juga diberikan pada orang tersebut. Oknum ustad membacakan doa dan dimasukkan perhiasan tersebut ke botol plastik. Selanjutnya, perhiasan dimasukkan ke kardus sabun. Berikutnya, kardus dimasukkan ke plastik. Lalu, plastik diikat lima kali sambil korban disuruh menghitung waktu plastik diikat.

Setelah itu, plastik diberikan korban dan korban dipesan agar ketika pulang setiap langkah membaca basmalah dan diam saja. Jika diajak bicara orang ketika sampai di rumah bacakan surat Al-Fatihah sebanyak 25 kali dan jangan dibuka sebelum duhur nanti tidak jadi berangkat haji.

”Belum sampai siang, plastik sudah dibuka. Karena keluarga curiga, ketika dibuka ternyata perhiasan di dalam plastik hilang. Yang ada hanya dua buah sabun. Satu sabun ada kardusnya, satunya lagi tidak ada,” paparnya.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Mejobo AKP Mardi Susanto mengatakan, terkait korban yang dihipnotis akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. ”Tidak jauh dari TKP ada CCTV. Semoga bisa memberikan kami banyak petunjuk,” ujarnya.

(ks/ruq/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia